Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kadin Surabaya Sebut Gangguan Listrik Ancam Produktivitas UMKM dan Stabilitas Ekonomi Daerah

Mus Purmadani • Senin, 22 Juni 2026 | 17:02 WIB
Ketua Kadin Surabaya HM Ali Affandi LNM memberikan keterangan kepada wartawan. (IST)
Ketua Kadin Surabaya HM Ali Affandi LNM memberikan keterangan kepada wartawan. (IST)

 

RADAR SURABAYA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya menyoroti dampak gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah dan dinilai berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), usaha rumahan, serta sektor perdagangan dan jasa yang sangat bergantung pada keandalan energi listrik.

Kadin Surabaya menegaskan bahwa meski pemeliharaan dan penguatan sistem kelistrikan merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan jaringan, gangguan yang terjadi secara berulang perlu mendapat perhatian serius karena dampaknya langsung dirasakan dunia usaha dan masyarakat.

Baca Juga: Waspada, Libur Sekolah Tiba, Anak-Anak Sering Bermain di Jalur Rel KA

Ketua Kadin Surabaya HM Ali Affandi LNM menyampaikan bahwa listrik saat ini telah menjadi fondasi utama aktivitas ekonomi modern. Menurutnya, pemadaman listrik tidak hanya berdampak pada industri besar, tetapi juga pada pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

“Ketika listrik padam, yang terdampak bukan hanya pabrik-pabrik besar. Ada ibu-ibu yang menggantungkan penghasilan keluarga dari usaha frozen food, ada pemilik laundry yang harus menghentikan pekerjaan, ada pedagang yang kehilangan produk karena pendingin tidak berfungsi, serta pelaku usaha kecil yang kehilangan waktu produksi dan kesempatan memperoleh pendapatan. Karena itu gangguan pasokan listrik harus dilihat sebagai persoalan ekonomi masyarakat, bukan semata persoalan teknis jaringan,” ujar Ali Affandi, Senin (22/6). 

Ia menambahkan, UMKM dan usaha rumahan menjadi kelompok paling rentan karena umumnya tidak memiliki fasilitas cadangan listrik seperti genset atau sistem penyimpanan energi. Dampaknya dirasakan luas mulai dari usaha kuliner, laundry, percetakan, konveksi, bengkel, hingga usaha berbasis digital.

Pada usaha frozen food dan makanan olahan, gangguan listrik dapat menurunkan kualitas produk akibat terganggunya sistem pendingin. Sementara pada usaha laundry, aktivitas produksi terhenti. Di sektor percetakan dan konveksi, pemadaman listrik berpotensi menyebabkan keterlambatan pesanan dan penurunan produktivitas.

Baca Juga: Aurelia Ciptakan Busana Unik dari Limbah Denim dengan Teknik Jahit Tangan

Kadin Surabaya menilai kebutuhan energi di Jawa Timur akan terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan industri, logistik, perdagangan modern, dan investasi baru. Karena itu, penguatan infrastruktur kelistrikan dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar tidak menghambat laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Kadin juga menegaskan bahwa gangguan pasokan listrik tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan teknis, melainkan memiliki dampak luas terhadap produktivitas, rantai pasok, hingga pendapatan masyarakat.

Untuk itu, Kadin Surabaya mengusulkan sejumlah langkah mitigasi, di antaranya penyampaian informasi pemadaman yang lebih cepat dan transparan, peningkatan keandalan listrik di kawasan industri dan sentra UMKM, evaluasi menyeluruh sistem kelistrikan, percepatan pemanfaatan energi alternatif dan terbarukan, serta penguatan koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, dan dunia usaha. 

Sementara itu, Kepala Badan Industri dan Real Estate Kadin Surabaya, Didik Prasetiyono, menegaskan bahwa keandalan energi menjadi salah satu faktor utama dalam daya saing investasi daerah.

“Persaingan investasi saat ini sangat ketat. Jawa Timur tidak hanya bersaing dengan daerah lain di Indonesia, tetapi juga dengan pusat industri di Asia Tenggara. Investor dapat memahami gangguan yang bersifat insidental, namun dunia usaha tentu berharap adanya peningkatan keandalan sistem yang terus-menerus dan terukur,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan hilirisasi industri, pertumbuhan investasi, dan transformasi ekonomi digital harus ditopang oleh infrastruktur energi yang kuat dan stabil.

“Gangguan pasokan listrik tidak boleh dianggap sebagai persoalan teknis semata. Listrik adalah infrastruktur ekonomi. Ketika pasokan energi terganggu, yang ikut terdampak adalah produktivitas usaha, lapangan kerja, rantai pasok, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Kadin Surabaya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat kolaborasi dalam menjaga keandalan pasokan energi, mempercepat pemulihan saat terjadi gangguan, serta membangun sistem ketahanan energi yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. (mus)

Editor : Lambertus Hurek
#PLN #Ali Affandi #umkm #Kadin Surabaya #pemadaman listrik