SEMARANG – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan yang terintegrasi. Mulai dari peningkatan kapasitas usaha, pendampingan, hingga perluasan akses pasar, BRI hadir untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat program tersebut adalah IDEacraft, usaha dekorasi rumah asal Semarang yang didirikan Swabawa Arif Wicaksono pada 2019. Berawal dari hobi melukis, usaha yang dirintis dengan modal sederhana itu kini berhasil memasarkan produknya melalui media sosial, galeri hotel, hingga sejumlah rest area di Jawa Tengah.
Swabawa menuturkan, ketertarikannya pada dunia seni menjadi titik awal lahirnya IDEacraft. Berbekal kreativitas dan semangat berwirausaha, ia mulai menciptakan berbagai produk dekorasi rumah yang menggabungkan unsur estetika dan fungsi.
“Ide membuat usaha IDEacraft berawal dari hobi melukis dan melihat peluang untuk menciptakan produk dekorasi rumah yang cantik, unik, dan bernilai jual. Usaha ini dimulai dengan modal sekitar Rp300.000 dan sebuah alat untuk membuat lilin. Dari penjualan produk awal tersebut, keuntungan yang diperoleh terus diputar kembali sebagai modal usaha selama kurang lebih empat tahun,” ujar Swabawa.
Seiring berkembangnya usaha, IDEacraft menghadirkan beragam produk kreatif seperti lampu teko, teko lukis batik, toples kue, hingga botol handsoap yang kini menjadi salah satu produk favorit pelanggan. Keunikan desain, nilai estetika yang tinggi, serta harga yang kompetitif menjadi keunggulan yang membuat produk-produknya diterima pasar di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan kapasitas usaha, Swabawa kemudian bergabung dengan Rumah BUMN BRI. Melalui program tersebut, ia memperoleh berbagai kesempatan pengembangan usaha yang mendukung pertumbuhan bisnisnya.
“Saya memutuskan untuk bergabung karena Rumah BUMN BRI menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung pengembangan usaha, mulai dari pelatihan, program kurasi melalui BRIncubator, akses pasar melalui galeri Rumah BUMN dan UMKM EXPO(RT), hingga dukungan untuk menghubungkan dengan layanan keuangan seperti BRImo, EDC, QRIS, serta akses pembiayaan KUR maupun kredit komersial,” imbuhnya.
Menurut Swabawa, pelatihan branding dan digital marketing menjadi program yang paling berdampak dalam memperkuat strategi pemasaran usahanya. Selain itu, proses kurasi produk melalui BRIncubator dan kesempatan mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) turut membantu meningkatkan eksposur produk kepada pasar yang lebih luas.
Dalam mendukung operasional usaha sehari-hari, IDEacraft juga memanfaatkan berbagai layanan digital BRI, seperti BRImo, QRIS BRI, dan merchant BRI. Kehadiran layanan tersebut memberikan kemudahan dalam menerima pembayaran, memantau transaksi secara real-time, serta mempercepat proses pencairan dana hasil penjualan.
Hingga akhir Maret 2026, BRI telah membina 54 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Melalui program tersebut, lebih dari 18 ribu pelatihan telah diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan daya saing pelaku UMKM. Ekosistem pemberdayaan yang dibangun BRI tidak hanya membuka akses pembelajaran, tetapi juga memperluas jejaring usaha dan peluang pasar bagi UMKM di berbagai sektor.
Corporate Secretary BRI Dhanny menilai perjalanan IDEacraft menjadi contoh bagaimana kreativitas yang ditekuni secara konsisten dapat berkembang menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.
“IDEacraft menunjukkan bahwa kreativitas yang dipadukan dengan ketekunan dapat menghasilkan produk yang unik dan memiliki nilai tambah. Kemampuan memanfaatkan berbagai peluang pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas hingga perluasan akses pasar, menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM. BRI akan terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas peluang pengembangan bisnis, serta mendorong lebih banyak UMKM untuk naik kelas,” pungkas Dhanny.
Editor : M Firman Syah