Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BRI Siapkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham, Tegaskan Fundamental dan Prospek Jangka Panjang Tetap Solid

M Firman Syah • Jumat, 12 Juni 2026 | 21:35 WIB
BRI Bagikan Deviden hari ini.
BRI siap buyback saham jika kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental perusahaan.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, aksi korporasi tersebut mencerminkan optimisme perseroan terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang yang tetap kuat di tengah dinamika pasar.

“Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan,” imbuh Dhanny.

Program buyback fluktuatif akan dilaksanakan mulai 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026. Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan, serta Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026 terkait kebijakan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.

Pendanaan buyback juga berpedoman pada POJK 13/2023 dan POJK 29/2023. Perseroan menegaskan pembelian kembali saham akan dilakukan pada harga yang dinilai wajar dengan tetap memperhatikan seluruh ketentuan yang berlaku.

Menurut Dhanny, keputusan buyback telah mempertimbangkan berbagai tantangan global yang masih membayangi pasar keuangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, hingga arus keluar modal dari pasar negara berkembang.

“Melalui aksi korporasi ini, BRI telah mempertimbangkan dengan cermat kondisi likuiditas dan posisi keuangan saat ini, sehingga pelaksanaan buyback fluktuatif tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan,” tegasnya.

Per 31 Maret 2026, setelah memperhitungkan pelaksanaan buyback, proforma indikator keuangan konsolidasi BRI menunjukkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap kuat di level 22,86 persen. Sementara itu, Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 18,37 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan kapasitas permodalan perseroan yang tetap solid untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus memperkuat mitigasi risiko dalam pengelolaan usaha perbankan.

Ke depan, saham hasil buyback akan dialihkan melalui program kepemilikan saham bagi pekerja dan/atau Direksi serta Dewan Komisaris setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Sebagai bagian dari Danantara, BRI akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan. Di sisi lain, implementasi kebijakan ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG),” pungkas Dhanny.

Editor : M Firman Syah
#BRI #BRImo #BRILian #BRILink #BRI Peduli