Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Fundamental Kuat, BRI Sambut Positif Dukungan Berbagai Pihak terhadap Pasar Modal

M Firman Syah • Jumat, 12 Juni 2026 | 10:36 WIB
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah wacana buyback saham oleh emiten BUMN sebagai bagian dari upaya mendukung stabilitas pasar.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah wacana buyback saham oleh emiten BUMN sebagai bagian dari upaya mendukung stabilitas pasar.

 

Jakarta – Di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berada di zona negatif secara year-to-date, perhatian terhadap saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali meningkat.

Kondisi tersebut mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, para Direktur Utama Himbara, BPJS Ketenagakerjaan, serta sejumlah pimpinan BUMN di Jakarta pada 9 Juni 2026.

Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis guna menjaga stabilitas pasar modal dan memperkuat kepercayaan investor. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah wacana buyback saham oleh emiten BUMN sebagai bagian dari upaya mendukung stabilitas pasar.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menilai dukungan dari berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan optimisme terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan BUMN, khususnya sektor perbankan yang hingga kini tetap menunjukkan kinerja dan fundamental yang solid.

Menurut Hery, stabilitas pasar yang terjaga menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global. Industri perbankan masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat,” ujar Hery.

Hery yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menambahkan, fundamental industri perbankan nasional hingga saat ini tetap berada dalam kondisi yang kuat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga April 2026 kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,40 persen.

“Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif,” jelas Hery.

Sebagai bank dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi nasional, BRI terus memperkuat kinerja melalui pengelolaan bisnis yang berkelanjutan. Perseroan menjaga kualitas aset, memperkuat struktur permodalan dan likuiditas, serta terus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

“Terkait wacana buyback, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator yang berlaku. Saat ini fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Hery.

Deskripsi: BRI menyambut positif dukungan berbagai pihak terhadap pasar modal di tengah tekanan IHSG. Dengan fundamental perbankan yang tetap kuat, BRI menegaskan fokus pada penguatan kinerja, kualitas aset, likuiditas, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Editor : M Firman Syah
#BRI #BRImo #BRILian #BRILink #BRI Peduli