Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Berkembang Bersama Holding Ultra Mikro, Ekonomi Keluarga di Semarang Makin Kuat Lewat Usaha Sembako

M Firman Syah • Senin, 8 Juni 2026 | 11:23 WIB
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro tidak hanya berhenti pada akses pembiayaan, tetapi juga bagaimana menciptakan ekosistem yang mampu mendorong mereka untuk tumbuh secara berkelanjutan.
Pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro tidak hanya berhenti pada akses pembiayaan, tetapi juga bagaimana menciptakan ekosistem yang mampu mendorong mereka untuk tumbuh secara berkelanjutan.

SEMARANG – Ketekunan dalam menjalankan usaha yang didukung akses pembiayaan dan pemberdayaan menjadi kunci bagi pelaku usaha ultra mikro untuk naik kelas. Hal itu tercermin dari perjalanan Niken Tiwi Arni, pemilik warung sembako di Kelurahan Pandansari, Semarang, yang berhasil mengembangkan usahanya melalui dukungan PNM Mekaar sebagai bagian dari sinergi Holding Ultra Mikro BRI Group.

Usaha yang dirintis Niken berawal dari warung sederhana dengan pilihan barang yang masih terbatas. Seiring waktu, ia berupaya memperluas usahanya agar mampu membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Menurutnya, ketersediaan stok menjadi faktor penting untuk menjaga pelanggan tetap datang berbelanja.

“Awalnya usaha saya kecil-kecilan, hanya warung sembako biasa. Tapi saya ingin warung ini bisa lebih lengkap, supaya pelanggan tidak perlu ke tempat lain,” ujar Niken.

Keinginan untuk mengembangkan usaha membuat Niken mengenal program PNM Mekaar melalui rekomendasi tetangganya. Ia kemudian mengikuti berbagai pendampingan dan pertemuan kelompok bersama nasabah lainnya.

Melihat kesungguhan Niken dalam mengembangkan usaha, PNM Mekaar memberikan dukungan permodalan awal pada 2019. Pembiayaan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat usaha secara bertahap dan menambah ketersediaan barang dagangan.

Selain memperoleh akses permodalan, Niken juga mendapatkan pendampingan usaha. Melalui program tersebut, ia memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan stok, perputaran modal, hingga cara membaca peluang dari kebiasaan belanja masyarakat sekitar.

Sejak saat itu, perkembangan usahanya mulai terlihat. Jumlah pelanggan terus bertambah dan warungnya menjadi salah satu pilihan utama warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Perjalanan membangun sebuah warung sembako saya ini sangat panjang. Namun karena dukungan petugas dari BRI Group, saya yakin saya bisa mengembangkan usaha demi memperbaiki ekonomi keluarga,” ujar Niken.

Ia mengaku, penghasilan yang semakin stabil membuatnya lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kondisi tersebut juga membuatnya dapat lebih fokus memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan tanpa kekhawatiran seperti sebelumnya.

Warung yang dahulu sederhana kini menjadi simbol perjuangan sekaligus harapan bagi keluarganya. Dari ruang kecil di depan rumah, Niken membuktikan bahwa usaha yang dijalankan secara konsisten dapat tumbuh dan membawa perubahan nyata.

Ke depan, ia berharap usahanya terus berkembang, tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro tidak hanya berhenti pada akses pembiayaan, melainkan juga menciptakan ekosistem yang mampu mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Menurutnya, program PNM Mekaar menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka peluang bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui kemampuan mengelola keuangan dan memahami kebutuhan pasar.

“Sinergi dalam Holding Ultra Mikro antara BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi kekuatan dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif. Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha mikro kecil di banyak daerah dapat berkembang secara bertahap dan berkelanjutan, dari usaha sederhana hingga mampu memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya,” tutur Dhanny.

Kinerja pemberdayaan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro juga menunjukkan capaian positif. Sepanjang Triwulan I 2026, tercatat sebanyak 1,2 juta debitur PNM berhasil naik kelas, mencerminkan semakin kuatnya peran pemberdayaan dan akses pembiayaan dalam mendorong pertumbuhan usaha masyarakat di berbagai daerah.

Editor : M Firman Syah
#BRI #BRImo #BRILian #BRILink