Ini Peringatan Lembaga Internasional Akan Dampak Krisis Berkepanjangan Selat Hormuz
Nurista Purnamasari• Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:42 WIB
Krisis berkepanjangan di Selat Hormuz dapat mengganggu pasokan energi dan pangan global. (ISTIMEWA)RADAR SURABAYA - Krisis berkepanjangan di Selat Hormuz kini menjadi perhatian serius dunia internasional. Empat lembaga global, yakni Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, Badan Energi Internasional (IEA), dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah telah menimbulkan dampak besar terhadap pasokan energi, ketahanan pangan, dan aktivitas ekonomi global.Dalam pernyataan resmi pada Jumat (29/5), keempat lembaga tersebut menyoroti bahwa negara-negara di Belahan Bumi Utara tidak luput dari ancaman krisis. Persediaan minyak global disebut menyusut dengan kecepatan rekor akibat terganggunya arus pasokan melalui Selat Hormuz. Baca Juga: Menengangkan! Delapan Pelajar Akhirnya Berhasil Selamat dari Roller Coaster Macet di TexasKondisi ini berpotensi memperburuk situasi menjelang puncak permintaan energi di musim panas.“Perang di Timur Tengah menimbulkan dampak yang besar dan sangat asimetris terhadap pasokan energi, ketahanan pangan, dan aktivitas ekonomi di berbagai negara dan wilayah,” bunyi pernyataan bersama IMF, Bank Dunia, IEA, dan WTO.Mereka menegaskan bahwa jika arus pelayaran tidak segera kembali normal, risiko terhadap keamanan pasokan bahan bakar, kondisi pasar, dan ketahanan ekonomi akan meningkat tajam.Baca Juga: Banggakan Indonesia! Pecel Jawa Timur Masuk 7 Salad Terbaik Dunia 2026 Versi TasteAtlas
Negara Rentan Paling Terdampak
Selain Belahan Bumi Utara, negara-negara berkembang yang rentan juga disebut paling terdampak oleh kenaikan harga bahan bakar dan pupuk.Lonjakan harga ini berpotensi memperburuk inflasi dan memperlebar kesenjangan ekonomi.Keempat lembaga internasional berjanji akan terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan situasi dan menyelaraskan upaya dalam mendukung negara-negara yang paling terdampak. Baca Juga: Pecah Ban Kiri, Mobil Elf Rombongan Asal Sampang Terguling di Tol Jombang, 1 Luka Berat 9 Luka RinganMereka menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi global di tengah ketidakpastian geopolitik.Krisis di Selat Hormuz tidak lepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah. Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Washington dan Teheran sempat mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April, namun perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil. Baca Juga: Terapis Spa Surabaya Ngaku Uang untuk Menginap di Hotel Mewah dan Dibagi ke TemannyaSituasi semakin memanas setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (ant/nur) Editor : Nurista Purnamasari