RADAR SURABAYA -- Wacana pembatasan pembelian BBM subsidi jenis Pertalite bagi kendaraan dengan kapasitas mesin 1.400 CC ke atas ramai diperbincangkan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Bahtiyar Rifai mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak mudah terpancing isu yang belum memiliki kejelasan resmi dari pemerintah.
Bahtiyar menegaskan, hingga saat ini belum ada pernyataan atau kebijakan resmi dari pihak berwenang terkait penerapan pembatasan tersebut. Karena itu, masyarakat diminta menunggu informasi valid agar tidak menimbulkan keresahan.
“Saya belum bisa memberikan tanggapan karena memang itu masih isu-isu dan belum ada pihak yang berwenang menyampaikan kebijakan tersebut,” kata Bahtiyar di Surabaya, Jumat (22/5).
Baca Juga: Turnamen Padel El Grande Surabaya Diikuti 350 Tim, Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Muda Jatim
Politikus Partai Gerindra itu menilai, munculnya informasi yang belum terverifikasi berpotensi memicu opini liar di tengah masyarakat, terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha saat mobilitas warga diperkirakan meningkat tajam.
Menurut dia, apabila informasi yang beredar tidak dikendalikan, dikhawatirkan dapat memengaruhi psikologis masyarakat dan memicu kepanikan, terutama terkait kebutuhan bahan bakar dan aktivitas ekonomi harian.
“Nanti dilihat saja, karena khawatir ada pihak-pihak yang men-share informasi yang tidak benar sehingga opini masyarakat berkembang liar,” ujarnya.
Baca Juga: Panik saat Tidur, Temukan Ular Piton di Samping Kasur Rumah Warga Surabaya
Bahtiyar juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan publik dan kebutuhan masyarakat luas.
Ia berharap masyarakat tetap tenang sambil menunggu penjelasan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait mengenai arah kebijakan BBM subsidi ke depan.
“Jangan sampai masyarakat panik hanya karena isu yang belum jelas kebenarannya,” pungkasnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek