Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Branch Office Mulyosari Salurkan KUR Rp64,4 Miliar di Hingga April 2026

M Firman Syah • Jumat, 22 Mei 2026 | 15:41 WIB
BRI Branch Office Mulyosari Surabaya.
BRI Branch Office Mulyosari Surabaya.

SURABAYA — Peran pembiayaan produktif dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah terus diperkuat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga April 2026, BRI Branch Office (BO) Mulyosari Surabaya telah menyalurkan KUR senilai Rp64,4 miliar kepada 214 debitur, sebagai bagian dari upaya memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penyaluran tersebut menunjukkan fokus BRI pada penguatan sektor-sektor produktif yang memiliki kontribusi langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Dari total realisasi KUR, sebesar Rp47,9 miliar atau sekitar 75,3 persen disalurkan ke sektor produksi, yang meliputi perdagangan serta berbagai kegiatan jasa produktif lainnya yang menjadi penggerak utama ekonomi kawasan Mulyosari dan sekitarnya.

Branch Manager BRI BO Mulyosari Oky Nugroho mengatakan, akses pembiayaan yang inklusif menjadi faktor penting dalam mendorong ekspansi usaha, peningkatan produktivitas, serta penciptaan lapangan kerja baru. Menurutnya, KUR tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan, tetapi juga menjadi katalis dalam memperkuat daya tahan dan daya saing UMKM di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Mulyosari melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami juga melihat ada banyak potensi di wilayah Mulyosari di bidang kuliner dan kesehatan yang tentunya BRI memliki peran untuk mendukung pelaku usaha dalam pendanaan usaha maupun peningkatan kapasitas usaha,” ujarnya.

Secara makro, penyaluran KUR juga sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi nasional yang menempatkan UMKM sebagai pilar utama pertumbuhan. Melalui perluasan akses pembiayaan formal, program ini diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi domestik, meningkatkan kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.

Tidak hanya berfokus pada aspek pembiayaan, BRI juga mengintegrasikan program pemberdayaan melalui pendampingan usaha dan edukasi keuangan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan pelaku usaha mampu mengelola pembiayaan secara sehat, meningkatkan efisiensi operasional, serta membangun model bisnis yang berkelanjutan.

Oky menuturkan bahwa transformasi UMKM saat ini tidak cukup hanya ditopang oleh akses modal. Adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan pemanfaatan ekosistem digital juga menjadi faktor kunci dalam memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah usaha.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas,” tegasnya.

Dengan dominasi penyaluran pada sektor-sektor produktif dan penguatan aspek pemberdayaan, BRI BO Mulyosari optimistis dapat terus berkontribusi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif, memperkuat ketahanan UMKM, serta menciptakan efek berganda yang lebih luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (fir)

Editor : M Firman Syah
#BRI #surabaya #Mulyosari #kur