RADAR SURABAYA– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan dan menembus level Rp17.700 per dolar AS pada Selasa (19/5).
Menanggapi kondisi tersebut, DPR RI meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik berlebihan.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa fluktuasi nilai tukar merupakan hal yang wajar dalam dinamika ekonomi global.
Ia juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto agar publik tidak bereaksi berlebihan terhadap pergerakan rupiah.
“Masyarakat tidak perlu panik setiap kali melihat nilai tukar bergerak. Bukan berarti pelemahan rupiah tidak penting, tetapi harus disikapi secara bijak,” ujar Misbakhun.
Pelemahan Rupiah Ibarat Gelombang Ekonomi
Misbakhun mengibaratkan gejolak nilai tukar seperti gelombang dalam pelayaran. Menurutnya, kondisi tersebut harus diantisipasi dengan kebijakan yang tepat, bukan dengan kepanikan.
Baca Juga: Akhir Era Guardiola di Manchester City? Laga vs Aston Villa Jadi Penentuan!
“Saat menghadapi gelombang besar, nahkoda harus fokus menjaga arah kapal. Namun, penumpang tidak perlu panik seolah kapal akan tenggelam,” jelasnya.
DPR dan Pemerintah Siapkan Langkah Stabilisasi
DPR memastikan terus memantau pergerakan rupiah, terutama dampaknya terhadap harga energi, bahan baku impor, dan kebutuhan industri dalam negeri.
Koordinasi intensif dilakukan bersama pemerintah, Bank Indonesia, serta otoritas keuangan lainnya.
Langkah-langkah strategis tengah disiapkan guna menjaga stabilitas nilai tukar dan memperkuat fundamental ekonomi nasional.
“Pembahasan mengenai penguatan rupiah terus dilakukan. Pemerintah dan DPR tidak tinggal diam,” tegas Misbakhun.
Data Pasar: Rupiah Melemah di Perdagangan Pagi
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah tercatat melemah 0,34% ke level Rp17.700/US$ pada pukul 09.13 WIB.
Baca Juga: Sering Susah Tidur Ternyata Cuma Butuh Pakai Kaus Kaki
Pada pembukaan perdagangan, rupiah berada di posisi Rp17.650/US$ atau turun 0,06%.
Menariknya, pelemahan rupiah terjadi meskipun indeks dolar AS (DXY) justru melemah 0,11% ke level 99,094.
Hal ini menunjukkan adanya tekanan eksternal dan sentimen global yang masih memengaruhi pasar keuangan domestik.
Kepercayaan Publik Jadi Faktor Penting
Misbakhun menekankan bahwa stabilitas rupiah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
“Kunci utama saat ini adalah menjaga konsistensi kebijakan dan memastikan kepercayaan publik tetap kuat,” ujarnya.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan