RADAR SURABAYA — Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terus memperkuat strategi pengembangan investasi melalui hilirisasi sektor agribisnis.
Upaya ini dilakukan dengan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur untuk memperluas jejaring investasi, termasuk dari luar negeri.
Langkah tersebut dibahas dalam kunjungan Konsultan Ekonomi dan Investasi Kabupaten Kolaka Utara dari Tenggara Strategics, Amran Silalahi, ke Surabaya, Sabtu (9/5).
Pertemuan ini sekaligus membahas persiapan Forum Investasi, Perdagangan, dan Industri Kolaka Utara yang akan digelar di Surabaya pada Senin (11/5).
Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Umum Bidang Kerja Sama Antarprovinsi Kadin Jatim Diar Kusuma Putra, Wakil Ketua Umum Bidang Minyak dan Gas Tri Prakoso, Direktur Eksekutif Kadin Jatim Heru Promono, serta sejumlah pelaku usaha Jawa Timur.
Fokus Hilirisasi Agribisnis Kolaka Utara
Amran Silalahi mengatakan, kolaborasi dengan Kadin Jatim menjadi langkah strategis untuk memperkuat promosi investasi daerah, khususnya sektor agribisnis.
Menurutnya, Kolaka Utara memiliki potensi besar pada komoditas kakao, kelapa, cengkeh, gula aren, hingga kemiri yang selama ini masih dijual dalam bentuk bahan mentah.
“Potensi pertanian dan perkebunan Kolaka Utara sangat besar. Selama ini masih berupa komoditas mentah yang keluar ke Makassar maupun Surabaya.
Melalui hilirisasi, kami ingin meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, produksi kelapa di Kolaka Utara mencapai sekitar 4.500 ton per tahun, sementara kakao atau cokelat sekitar 8.000 ton per tahun.
Bidik Investor Korea dan Tiongkok
Forum investasi yang akan digelar di Surabaya tersebut juga akan melibatkan perwakilan 11 negara melalui konsulat jenderal.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Kebut Bangun 8 Rumah Pompa Baru, Salah Satunya di Lokasi Langganan Banjir
Beberapa negara yang menjadi target kerja sama antara lain Korea Selatan dan Tiongkok.
“Nanti pada 11 Mei akan ada penandatanganan letter of intent dengan Korea dan Tiongkok,” kata Amran.
Selain investasi, pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar ekspor.
Dorong SDM Lokal Naik Kelas
Amran menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi kunci agar pelaku usaha daerah tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar global.
Ia mengakui tantangan utama masih terletak pada kualitas SDM di wilayah Indonesia timur, sehingga diperlukan pendampingan dari Kadin Jatim dan pelaku usaha nasional.
Kolaka Utara Siapkan Kawasan Industri Hilirisasi
Sementara itu, pemerintah daerah juga menyiapkan konsep kawasan industri hilirisasi kelapa terintegrasi di Sulawesi Tenggara.
Kawasan ini akan mengolah seluruh bagian kelapa, mulai dari briket, cocopeat, hingga produk turunan lainnya.
Namun, hingga kini pengolahan kelapa masih dilakukan secara terbatas di tingkat desa dan terkendala akses pemasaran.
“Kami ingin pemerintah hadir untuk membantu membuka akses pasar dan memperkuat rantai nilai,” kata perwakilan Dinas Perindustrian Kolaka Utara.
Kadin Jatim Dukung Penguatan Investasi Daerah
Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Diar Kusuma Putra, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan pembangunan ekonomi daerah tidak dapat berjalan tanpa keterlibatan dunia usaha.
“Kadin Jatim sudah lima tahun melakukan kerja sama antarprovinsi melalui misi dagang, termasuk dengan Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Sementara itu, Tri Prakoso menekankan pentingnya kesiapan data teknis dalam menarik investor.
“Investor membutuhkan data lengkap, mulai dari infrastruktur, logistik, tenaga kerja, hingga fasilitas pendukung,” katanya.(mus)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan