Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Olahan Salak Naik Kelas, BRI Bawa SALAKU Tembus Pasar Global di Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 Singapura

M Firman Syah • Minggu, 10 Mei 2026 | 10:47 WIB
Melalui program pemberdayaan BRI, SALAKU mengikuti proses kurasi dan pendampingan yang mencakup penguatan kualitas produk, pengembangan kemasan, hingga kesiapan produksi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Melalui program pemberdayaan BRI, SALAKU mengikuti proses kurasi dan pendampingan yang mencakup penguatan kualitas produk, pengembangan kemasan, hingga kesiapan produksi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Jakarta - Produk olahan berbasis komoditas lokal terus menunjukkan daya saing di pasar internasional. Salah satunya ditunjukkan PT Salaku Cara Enak Makan Salak (SALAKU) yang tampil dalam ajang Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura pada 21–24 April 2026.

Keikutsertaan SALAKU dalam pameran internasional tersebut mendapat dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program pemberdayaan BRI UMKM EXPORT. UMKM asal Bekasi yang berdiri sejak 2016 itu dikenal mengembangkan inovasi olahan salak dengan konsep zero waste dan menghadirkan produk camilan sehat seperti cookies sagu gluten free.

Melalui program pemberdayaan BRI, SALAKU mengikuti proses kurasi dan pendampingan yang mencakup penguatan kualitas produk, pengembangan kemasan, hingga kesiapan produksi untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pendampingan juga diperkuat melalui pelatihan ekspor guna meningkatkan pemahaman pelaku usaha terkait standar internasional dan strategi penetrasi pasar global.

Pemilik SALAKU, Shelly, mengungkapkan bahwa perjalanan bisnis yang dijalankannya dibangun melalui proses panjang dengan berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan produksi hingga membangun pemahaman pasar terhadap produk berbasis salak.

“Perjalanan ini dimulai dari nol, dengan segala keterbatasan yang ada. Proses produksi dilakukan secara sederhana, eksperimen dilakukan berulang kali, dan kegagalan menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Namun justru dari proses itulah kami menemukan kekuatan utama yaitu inovasi yang konsisten dan keberanian untuk berbeda. Kami tidak hanya ingin membuat produk yang enak, tetapi juga menciptakan nilai baik dari sisi kualitas, keberlanjutan, maupun dampak sosial bagi petani dan komunitas sekitar,” ujarnya.

Seiring perkembangannya, SALAKU kini mampu memproduksi ribuan produk setiap bulan dengan produk unggulan seperti Browker Ori dan Cheese Sagu. Pemasaran produk dilakukan melalui berbagai kanal, mulai retail modern, toko oleh-oleh, marketplace, media sosial, hingga jaringan reseller. Aktivitas usaha juga didukung layanan transaksi digital BRI seperti EDC, QRIS, dan BRImo untuk mempermudah transaksi konsumen.

Dalam ajang FHA 2026, SALAKU memanfaatkan momentum pameran untuk memperkenalkan produk melalui aktivitas sampling, edukasi, serta penjajakan kerja sama bisnis. Interaksi langsung dengan buyer dan pelaku industri makanan dan minuman dari berbagai negara turut membuka peluang ekspansi ke pasar internasional.

“Selama pameran, kami merasakan langsung bagaimana produk olahan salak yang sebelumnya dianggap niche ternyata memiliki daya tarik kuat di pasar luar negeri, terutama karena keunikan rasa dan konsep zero waste yang kami usung. Interaksi dengan berbagai buyer, distributor, dan pelaku industri F&B dari berbagai negara juga memperkaya insight kami terhadap tren dan kebutuhan pasar global,” tambah Shelly.

Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y.S. menyampaikan bahwa langkah SALAKU menembus pasar internasional melalui FHA 2026 menjadi gambaran potensi besar UMKM Indonesia dalam menciptakan produk bernilai tambah dan berdaya saing global.

“SALAKU menjadi contoh bagaimana UMKM dapat berkembang melalui inovasi yang konsisten dan relevan dengan kebutuhan pasar. Melalui proses kurasi dan pemberdayaan, BRI memastikan pelaku usaha tidak hanya siap dari sisi produk, tetapi juga memiliki kesiapan bisnis untuk masuk ke pasar internasional. Ke depan, BRI akan terus memperkuat pemberdayaan UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing di pasar global,” ungkapnya.

Editor : M Firman Syah
#BRI #BRImo #BRILian #BRILink #BBRI