Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gelar RUPST, Bank Jatim Setujui Pembagian Dividen Rp 850 Miliar dan Angkat Pengurus Baru

Mus Purmadani • Rabu, 6 Mei 2026 | 16:52 WIB
SOLID: Gubernur Jawa Timur Khofifah bersama jajaran komisaris dan Direksi Bank Jatim usai RUPST.(IST/RADAR SURABAYA)
SOLID: Gubernur Jawa Timur Khofifah bersama jajaran komisaris dan Direksi Bank Jatim usai RUPST.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim menegaskan kinerja solid sepanjang 2025 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Dalam rapat tersebut, perseroan menyetujui pembagian dividen jumbo senilai Rp 850,17 miliar sekaligus melakukan perubahan struktur organisasi dan susunan pengurus.

RUPST yang digelar di Ruang Bromo Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Rabu (6/5), dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai pemegang saham pengendali, bersama jajaran dewan komisaris, direksi, dan dewan pengawas syariah.

Dalam keputusan rapat, pemegang saham menyepakati penggunaan laba bersih tahun buku 2025 dengan pembagian dividen sebesar 55 persen atau senilai Rp 850.177.501.402,84. Jika dihitung per lembar saham, dividen yang dibagikan mencapai Rp 56,62, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 54,71.

Baca Juga: Toko Piet di Tunjungan Berubah Jadi Toko Metro, Kini Tinggal Kenangan

Dengan tren dividen yang terus meningkat, saham Bank Jatim (BJTM) dinilai semakin diminati investor. Mengacu pada harga penutupan Rp 590 per saham pada 5 Mei 2026, dividen yield perseroan diperkirakan mencapai 9,60 persen.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi capaian kinerja Bank Jatim yang dinilai impresif dan konsisten tumbuh di tengah dinamika ekonomi global. Menurutnya, pertumbuhan aset, penyaluran kredit, serta penguatan dana pihak ketiga (DPK) menjadi indikator keberhasilan dalam menjaga momentum bisnis.

Baca Juga: Keluhan Driver Ojol Terjawab, DPRD Jatim Siapkan Perda untuk Transportasi Berbasis Aplikasi

“Kinerja keuangan Bank Jatim sepanjang 2025 menunjukkan capaian yang patut diapresiasi. Ini mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan baik sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas,” ujarnya.

Khofifah menegaskan bahwa Bank Jatim memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Oleh karena itu, ia mendorong penguatan posisi sebagai regional champion, percepatan transformasi digital, serta peningkatan pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM.

“Kita harus memastikan Bank Jatim tidak hanya tumbuh secara kinerja, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” tegasnya.

Baca Juga: Syaifuddin Zuhri Resmi Nakhodai DPRD Surabaya, Perkuat Sinergi Eksekutif–Legislatif untuk Rakyat

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, memaparkan bahwa sepanjang 2025 perseroan berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Secara konsolidasi, aset Bank Jatim mencapai Rp 168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen (year on year). Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp 1,61 triliun, meningkat 24,80 persen.

Untuk kinerja bank only, Bank Jatim mencatat laba bersih Rp 1,546 triliun—tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia—dengan pertumbuhan 20,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Capaian ini tidak lepas dari strategi penguatan dana murah, penyaluran kredit yang selektif pada sektor prospektif, efisiensi biaya, serta peningkatan transaksi digital,” terang Winardi.

Baca Juga: Kampung Jepang di Banjar Sugihan, Surabaya, Ajak Warga Mandiri Hidupkan Kampung Wisata

Kinerja positif tersebut berlanjut pada awal 2026. Hingga kuartal I/2026, laba bersih konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp 661 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 90,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 2,35 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit konsolidasi hingga Maret 2026 mencapai Rp 109,22 triliun atau tumbuh 40,85 persen. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 37,59 persen menjadi Rp 122,80 triliun.

Baca Juga: DLH Surabaya Pastikan 195 TPS Terlayani,     Pengadaan 1.800 Tong Bin Rampung Bulan Ini

“Hal ini menunjukkan fundamental bisnis Bank Jatim tetap kuat. Ke depan, kami akan terus menjaga kualitas aset, memperkuat manajemen risiko, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pada RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 kali ini, juga terdapat agenda Perubahan Nomenklatur Struktur Organisasi & Susunan Pengurus Perseroan. Adapun untuk perubahan nomenklatur terjadi di beberapa kursi. Seperti Direktur Keuangan, Treasury & Global Services berubah menjadi Direktur Keuangan & Tresuri. Kemudian Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan berubah menjadi Direktur Menengah, Korporasi & Kelembagaan. Selanjutnya Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah berubah menjadi Direktur Ritel & Syariah. Terakhir, Direktur IT, Digital & Operasional berubah menjadi Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi.

Baca Juga: Kebiasaan Main Gadget Diam Diam Rusak Tumbuh Kembang Anak

Sementara itu, di jajaran direksi, Bank Jatim mengangkat Andry Wicaksono sebagai Direktur Manajemen Risiko. Kemudian Moh. Nasih yang semula menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah, dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 ini beliau diangkat menjadi Komisaris Independen. Selanjutnya untuk posisi Anggota Dewan Pengawas Syariah kini diisi oleh Abdullah Syamsul Arifin. Sehingga berdasarkan hasil RUPS Tahunan Tahun Buku 2025.

Susunan Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi Bank Jatim setelah pelaksanaan RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 adalah sebagai berikut:

 

Komisaris Utama Independen : Adi Sulistyowati

Komisaris : Adhy Karyono

Komisaris Independen : Muhammad Mas’ud

Komisaris Independen : Dadang Setiabudi

Komisaris Independen : Asri Agung Putra

Calon Komisaris Independen : Moh. Nasih

 

Direktur Utama : Winardi Legowo

Wakil Direktur Utama : R. Arief Wicaksono

Direktur Ritel & Syariah : Tonny Prasetyo

Direktur Kepatuhan : Umi Rodiyah

Direktur Keuangan & Tresuri : RM Wahyukusumo Wisnubroto

Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan : Arif Suhirman 

Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi : Wiweko Probojakti

Calon Direktur Manajemen Risiko : Andry Wicaksono

 

Ketua Dewan Pengawas Syariah : KH Afifuddin Muhajir

Anggota Dewan Pengawas Syariah : Tamhid Masyhudi

Calon Anggota Dewan Pengawas Syariah : Abdullah Syamsul Arifin.(mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#direksi dan komisaris #deviden 2025 #Gubernur Khofifah #rupst #bank jatim