Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

GoTo Laporkan Kinerja Kuartal Pertama 2026, Cetak Laba Bersih untuk Pertama Kali

M Firman Syah • Rabu, 29 April 2026 | 15:32 WIB
GoTo Laporkan Kinerja Kuartal Pertama 2026.
Awal tahun 2026 menjadi tonggak sejarah baru bagi ekosistem GoTo! Untuk pertama kalinya, GoTo berhasil mencatatkan Laba Bersih sebesar 171 miliar Rupiah
 
JAKARTA — GoTo Gojek Tokopedia Tbk menunjukkan akselerasi menuju profitabilitas berkelanjutan dengan membukukan laba bersih sebesar Rp171 miliar pada kuartal I 2026. Capaian ini menandai titik balik kinerja keuangan perseroan setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya masih mencatatkan rugi bersih Rp367 miliar, sekaligus merefleksikan keberhasilan strategi transformasi operasional dan finansial yang dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. 
 
Secara fundamental, perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi pendapatan dan peningkatan efisiensi biaya yang menghasilkan leverage operasional positif. Pendapatan bersih tercatat sebesar Rp5,3 triliun atau tumbuh 26 persen secara tahunan (year-on-year), sejalan dengan peningkatan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 65 persen menjadi Rp138 triliun. Kinerja ini mengindikasikan adanya penguatan monetisasi ekosistem serta peningkatan intensitas transaksi di seluruh lini bisnis. 
 
Dari perspektif basis pengguna, pertumbuhan Annual Transacting Users (ATU) sebesar 22 persen menjadi 69 juta mencerminkan penetrasi layanan yang semakin luas, dengan estimasi menjangkau sekitar sepertiga populasi dewasa Indonesia. Hal ini mempertegas posisi GoTo sebagai salah satu platform dengan tingkat keterlibatan pengguna yang tinggi di kawasan. 
 
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyatakan bahwa capaian laba bersih ini merupakan hasil dari kombinasi antara disiplin finansial, optimalisasi struktur biaya, serta fokus pada penciptaan nilai jangka panjang.
 
“Pencapaian ini mencerminkan kerja keras berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, serta menciptakan nilai nyata bagi pelanggan dan mitra dalam ekosistem kami,” ujarnya. 
 
Sementara itu, Direktur Keuangan GoTo, Simon Ho, menyoroti bahwa struktur biaya perusahaan kini semakin adaptif terhadap skala bisnis yang berkembang, tercermin dari pertumbuhan EBITDA yang disesuaikan sebesar 131 persen YoY menjadi Rp907 miliar.
 
“Pertumbuhan pendapatan yang melampaui pertumbuhan biaya menunjukkan bahwa operating leverage telah tertanam secara struktural dalam bisnis kami. Optimalisasi teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan, turut berkontribusi terhadap penurunan biaya layanan,” jelasnya. 
 
Kontribusi signifikan terhadap kinerja berasal dari segmen Financial Technology yang mencatatkan pertumbuhan EBITDA yang disesuaikan sebesar 674 persen YoY menjadi Rp364 miliar.
 
Kinerja ini didorong oleh peningkatan pengguna bertransaksi bulanan sebesar 33 persen serta ekspansi nilai buku pinjaman yang mencapai Rp9,9 triliun atau tumbuh 59 persen YoY, mencerminkan ekspansi bisnis pembiayaan berbasis ekosistem yang tetap terjaga kualitas risikonya. 
 
Di sisi lain, segmen On-Demand Services juga mempertahankan tren perbaikan profitabilitas dengan EBITDA yang disesuaikan tumbuh 40 persen YoY menjadi Rp439 miliar. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh pergeseran bauran produk ke layanan bernilai tambah lebih tinggi serta peningkatan konsumsi di segmen pengguna menengah ke atas. 
 
Dari aspek likuiditas, arus kas bebas yang disesuaikan tercatat positif sebesar Rp1,3 triliun, menunjukkan penguatan kualitas arus kas operasional dan kapasitas internal perusahaan dalam mendanai ekspansi bisnis tanpa ketergantungan berlebih pada pembiayaan eksternal. 
 
Dalam konteks prospek, GoTo mempertahankan panduan EBITDA yang disesuaikan untuk tahun buku 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun, dengan tetap mempertimbangkan dinamika makroekonomi global, tekanan biaya, serta intensitas kompetisi di industri digital.
 
“Kami akan terus mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan pelanggan serta berinvestasi pada kapabilitas teknologi untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan,” tutup Hans. (fir)
Editor : M Firman Syah
#laporan kinerja #GoTo #Gojek #Tokopedia