Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PGN Jaga Kinerja Solid di Kuartal I 2026 dengan Fokus Layanan Domestik dan Disiplin Keuangan

Lainin Nadziroh • Senin, 27 April 2026 | 16:57 WIB
PGN mencatatkan kinerja keuangan yang solid di kuartal I 2026. (PGN)
PGN mencatatkan kinerja keuangan yang solid di kuartal I 2026. (PGN)

RADAR SURABAYA – Pada Triwulan I 2026, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatatkan kinerja keuangan yang solid. 

PGN membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 90,4 juta atau tumbuh sekitar 46% secara tahunan (year on year/yoy). 

Pertumbuhan laba tersebut terutama ditopang oleh peningkatan laba kotor sekitar 12% yoy, seiring dengan penurunan beban pokok sekitar 7% (±USD 54 juta), serta perbaikan beban keuangan dan selisih kurs.

Baca Juga: Hanya Sediakan Jasa Potong, RPH Surabaya Optimistis Jumlah Layanan Hewan Kurban Meningkat

Sepanjang Januari–Maret 2026, PGN membukukan pendapatan sebesar USD 929,6 juta dan EBITDA sebesar USD 240,6 juta. 

Kinerja pendapatan tetap ditopang oleh core business niaga dan infrastruktur gas bumi yang tetap kuat, di tengah dinamika operasional, termasuk tidak adanya penjualan LNG pada segmen trading internasional pada periode ini.

Ini mencerminkan kemampuan Perseroan menjaga profitabilitas melalui efisiensi operasional, disiplin keuangan, dan portofolio bisnis yang seimbang.

Baca Juga: Bukti Konsistensi Inovasi Sosial dan Lingkungan, PGN Group Raih Penghargaan Proper Emas dan Hijau 2025

Dari sisi operasional, volume penyaluran gas bumi tercatat sebesar 777 BBTUD, dengan volume transmisi gas mencapai 1.539 MMSCFD. 

Pengelolaan penyaluran gas dilakukan secara optimal dengan fokus utama pada menjaga kontinuitas pasokan gas kepada pelanggan di tengah dinamika kondisi makro maupun global.

Keandalan infrastruktur PGN tetap terjaga pada level 99,9%, menopang layanan kepada lebih dari 825 ribu pelanggan di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 822.561 rumah tangga, 2.842 pelanggan kecil, serta 3.310 pelanggan industri dan komersial.

Baca Juga: Baru Empat Bulan, Ditres PPA dan PPO Polda Jatim Terima 97 Laporan

Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, menyampaikan bahwa model bisnis PGN yang berbasis pada ekosistem domestik menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas kinerja Perseroan.

“Fokus utama PGN adalah memastikan layanan energi kepada pelanggan tetap andal melalui pengelolaan infrastruktur dan penyaluran gas yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika pasokan dan kebutuhan energi domestik,” ujar Catur.

PGN menjaga fleksibilitas pasokan melalui pemanfaatan LNG secara terukur sebagai bagian dari pengelolaan sistem distribusi. 

LNG dimanfaatkan sebagai pelengkap pasokan untuk memastikan keberlanjutan layanan, khususnya di wilayah yang mengalami dinamika pasokan.

Baca Juga: Haji 2026: Kabar Duka! Calon Haji Pasuruan Wafat di Madinah karena Sesak Napas

Volume jasa regasifikasi tercatat sebesar 115 BBTUD melalui FSRU Lampung, serta 148 BBTUD melalui fasilitas LNG Arun dan 292 BBTUD melalui FSRU Jawa Barat. 

Seluruh fasilitas tersebut dikelola secara terintegrasi untuk menjaga keandalan sistem distribusi gas bumi nasional.

Di tengah dinamika global, termasuk pergerakan nilai tukar dan harga energi, PGN tetap menerapkan pengelolaan likuiditas yang prudent melalui optimalisasi pemanfaatan kas dan strategi pembiayaan yang efisien. 

Baca Juga: Suami Kecanduan Karaoke, Lupa Nafkah Keluarga, Istri Akhirnya Gugat Cerai di PA Surabaya 

Pada kuartal (Q1) 2026, PGN menurunkan beban keuangan menjadi USD 13,7 juta serta menjaga rasio keuangan utama pada level yang sehat, antara lain EBITDA terhadap beban bunga sebesar 20,75x dan debt to equity ratio sebesar 29%.

Selain itu, PGN mencatatkan arus kas operasional positif sebesar USD 86,9 juta, yang mencerminkan resiliensi operasional dan kemampuan Perseroan dalam menjaga ketahanan keuangan untuk mendukung operasional serta pengembangan bisnis ke depan.

Kinerja Perseroan juga didukung oleh portofolio bisnis yang seimbang. Dalam kondisi volatilitas harga energi global, kontribusi dari segmen hulu menjadi salah satu penopang dalam menjaga stabilitas kinerja secara keseluruhan.

Baca Juga: Hari Otonomi Daerah 2026, Pemkot Surabaya Gaspol Efisiensi Anggaran dan Layanan Digital

“Model bisnis berbasis domestik dan portofolio yang seimbang memungkinkan PGN tetap menjaga kinerja yang stabil di tengah dinamika energi global,” tambah Catur.

Ke depan, PGN akan terus memperkuat keandalan infrastruktur dan fleksibilitas pasokan melalui penguatan jaringan pipa serta pengembangan layanan beyond pipeline seperti LNG dan CNG. 

Perseroan juga melanjutkan pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) untuk memperluas akses energi yang lebih bersih dan terjangkau.

PGN turut mendorong peran gas bumi sebagai energi transisi dalam mendukung target Net Zero Emission, sejalan dengan kebijakan energi nasional.

Baca Juga: Bawa Pisau Daging, Pelaku Begal Motor di Darmo Permai Surabaya Ditangkap usai Ditabrak Mobil

“PGN akan terus menjaga keseimbangan antara keandalan layanan, efisiensi operasional, dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan guna mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Catur. (nin/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#layanan domestik #Subholding Gas Pertamina #pgn #perusahaan gas negara #kinerja keuangan