Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BRI Bawa Tenun Lurik UMKM "Diopeni" Naik Kelas dan Perempuan Makin Berdaya

M Firman Syah • Kamis, 23 April 2026 | 20:25 WIB
Tenun Lurik Diopeni berawal dari hobi menjahit tangan yang kemudian dikembangkan menjadi produk fashion berbasis kain lurik dengan desain modern. Melalui komunitas “Perempuan Mandiri Sumber Perubahan”,
Tenun Lurik Diopeni berawal dari hobi menjahit tangan yang kemudian dikembangkan menjadi produk fashion berbasis kain lurik dengan desain modern. Melalui komunitas “Perempuan Mandiri Sumber Perubahan”,

 

Malang – terus memperkuat pemberdayaan UMKM melalui pendampingan berkelanjutan. Salah satunya terlihat pada Diopeni atau Dondomane Handmade, usaha tenun lurik di Malang yang berhasil berkembang sekaligus mendorong kemandirian ekonomi perempuan.

Didirikan oleh Peni Budi Astuti sejak 2016, Diopeni berawal dari hobi menjahit tangan yang kemudian dikembangkan menjadi produk fashion berbasis kain lurik dengan desain modern. Melalui komunitas “Perempuan Mandiri Sumber Perubahan”, Peni juga membuka ruang produktif bagi perempuan lansia dan ibu tunggal.

"Perempuan sebaiknya memiliki kegiatan produktif untuk membantu ekonomi keluarga agar menjadi sosok yang kuat dan tangguh," tegas Peni.

Kini, usaha tersebut telah berbadan hukum koperasi dengan sembilan pekerja, mayoritas perempuan. Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari daster tunik, kemeja, hingga outer dan gamis, dengan konsep desain eksklusif serta prinsip zero waste melalui pemanfaatan limbah kain menjadi produk kriya.

Perkembangan Diopeni tidak lepas dari pembinaan Malang sejak 2017. Selain pelatihan bisnis dan pemasaran digital, BRI juga memfasilitasi legalitas usaha hingga akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Di BRI, wadahnya benar-benar nyata. Pelatihannya sangat lengkap, mulai dari pengelolaan keuangan hingga strategi pemasaran. Bahkan, kami difasilitasi pengurusan legalitas secara gratis," jelas Peni.

Dukungan permodalan KUR juga dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, termasuk membangun mini galeri di rumah yang meningkatkan kepercayaan konsumen meski lokasi berada di dalam gang permukiman.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa Rumah BUMN menjadi wadah kolaboratif bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing. Hingga kini, BRI telah membina 54 Rumah BUMN dan menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan di seluruh Indonesia.

“Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar. Kisah pelaku usaha Diopeni jadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha lainnya di berbagai daerah,” pungkasnya.

Editor : M Firman Syah
#BRI #BRImo #BRILian #BRILink