RADAR SURABAYA – Upaya pemerintah mempercepat swasembada pangan terus digencarkan, salah satunya melalui penguatan sektor gula nasional.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dalam agenda Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan di Nusantara Hall, Minggu (19/4).
Pemerintah menegaskan target besar produksi gula nasional tahun 2026 yang diproyeksikan mencapai 3.044.442 ton Gula Kristal Putih (GKP).
Dari angka itu, PT Sinergi Gula Nusantara menargetkan produksi sebesar 1.051.000 ton GKP atau lebih dari sepertiga total produksi nasional.
Baca Juga: Produktivitas Menurun, APTRI Beberkan Faktor - Faktor yang Bisa Menunjang Swasembada Gula
Mentan Amran menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan, khususnya holding perkebunan PTPN, memegang peran vital sebagai penggerak utama pencapaian swasembada.
“Bapak ibu, kenapa kami merasa swasembada telah dicapai itu atas BUMN pangan, PTPN. Kami diberi target oleh Presiden dan diminta laporan secara rutin kepada Bapak Presiden untuk BUMN pangan, karena BUMN pangan yang menjadi motor penggerak,” tegasnya.
Dorongan peningkatan produksi gula tidak lepas dari hasil taksasi awal giling GKP 2026 yang digelar bersama seluruh pabrik gula se-Indonesia di Surabaya. Berdasarkan data tersebut, luas areal panen tebu nasional tercatat mencapai 576.538 hektare.
Dari sisi produktivitas, rata-rata hasil GKP diproyeksikan sebesar 5,28 ton per hektare. Sementara produktivitas tebu berada di angka 70,87 ton per hektare, dengan rata-rata rendemen nasional diperkirakan mencapai 7,45 persen.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Swasembada Beras Terwujud Dalam Waktu Satu Tahun
Angka-angka ini menjadi indikator penting dalam mengukur kemampuan industri gula nasional dalam memenuhi kebutuhan domestik.
Sementara itu Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menyatakan kesiapan perusahaannya untuk menjawab tantangan tersebut.
Ia menegaskan bahwa SGN akan fokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta penguatan kemitraan dengan petani tebu.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri gula nasional sebagai bagian dari kontribusi nyata BUMN pangan dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia,” ujarnya. (mus/vga)
Editor : Vega Dwi Arista