RADAR SURABAYA - Sekarang ini banyak aplikasi trading futures yang bisa kamu gunakan. Namun sebelum melakukan trading maka hal yang harus diperhatikan adalah memilih aplikasi trading futures yang terbaik. Hal ini bisa dilihat dari kelengkapan fitur yang ditawarkan.
Salah satu aplikasi lokal yang memiliki fitur lengkap adalah Pintu. Aplikasi ini menjadi salah satu platform yang menyediakan fitur trading futures melalui Pintu Futures, sehingga pengguna dapat mengakses instrumen derivatif secara lebih sederhana dalam satu aplikasi.
Sebagai salah satu apk future crypto yang dirancang ramah pengguna, Pintu (Pintu Pro & Futures) memberikan pengalaman trading yang mudah dipahami bahkan oleh pemula.
Bahkan Pintu menyediakan leverage hingga 25 kali yang dapat meningkatkan potensi keuntungan.
Selain itu, pengguna juga bisa memanfaatkan data seperti orderbook BTC untuk melihat likuiditas pasar serta menentukan strategi entry dan exit yang lebih akurat.
Namun, tanpa pemahaman yang tepat, risiko kerugian bisa meningkat secara signifikan.
Baca Juga: WFH Rabu Dinilai Lebih Efisien, Pemprov Jatim Imbau Kurangi Penggunaan Mobil Dinas
Oleh karena itu, penting memahami langkah-langkah trading dengan benar sejak awal. Berikut ini adalah 5 cara trading crypto di Pintu Futures yang dijelaskan secara lebih lengkap dan mendalam:
1. Masuk ke Menu Pintu Futures dan Pahami Dashboard
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah membuka aplikasi Pintu atau Pintu Pro, kemudian masuk ke menu “Futures”.
Pada tahap ini, kamu akan diarahkan ke dashboard khusus yang berbeda dari trading spot.
Baca Juga: RKPD Jatim 2027, Ketua DPRD Minta Pembangunan Jangan Hanya Bersifat Administratif
Di dalam dashboard ini, kamu akan menemukan berbagai informasi penting seperti grafik harga, order book, posisi terbuka, serta riwayat transaksi.
Selain itu, terdapat juga informasi margin, leverage, dan estimasi likuidasi yang harus kamu pahami sebelum membuka posisi.
Bagi pemula, penting untuk meluangkan waktu memahami setiap bagian dashboard ini. Jangan terburu-buru membuka posisi tanpa memahami fungsi setiap fitur, karena kesalahan kecil bisa berdampak besar dalam futures trading.
2. Deposit dan Transfer Dana ke Futures Wallet
Langkah kedua adalah menyiapkan modal trading. Di Pintu Futures, kamu perlu menggunakan USDT sebagai margin untuk membuka posisi.
Oleh karena itu, kamu harus memastikan memiliki saldo USDT terlebih dahulu.
Jika belum memiliki USDT, kamu bisa membelinya melalui fitur spot di Pintu atau Pintu Pro menggunakan rupiah. Setelah itu, kamu perlu mentransfer dana dari wallet utama ke futures wallet.
Proses transfer ini biasanya dilakukan dalam beberapa langkah, yaitu dari wallet utama ke Pro Spot, lalu ke Futures Wallet.
Baca Juga: Bursa Transfer: Liverpool Gaspol! Bidik Winger “Chaos-Maker” Rp700 Miliar dari Hoffenheim
Proses ini penting karena saldo di wallet biasa tidak bisa langsung digunakan untuk trading futures.
Pastikan juga kamu tidak mentransfer seluruh saldo sekaligus. Sisakan sebagian dana sebagai cadangan untuk menghindari risiko likuidasi total jika terjadi pergerakan harga yang tidak sesuai prediksi.
3. Pilih Pair Trading dan Atur Leverage Secara Bijak
Setelah dana tersedia, kamu bisa mulai memilih pair trading seperti BTC/USDT atau ETH/USDT. Pair ini menunjukkan bahwa kamu akan trading berdasarkan pergerakan harga crypto terhadap USDT.
Baca Juga: Siswi Ciputat Dilaporkan Hilang Sejak Januari, Diduga Dibawa Pacar ke Surabaya
Langkah berikutnya adalah menentukan leverage. Leverage memungkinkan kamu membuka posisi yang lebih besar dari modal yang dimiliki. Misalnya, dengan leverage 10x, modal 100 USDT bisa membuka posisi senilai 1.000 USDT.
Namun, penting untuk memahami bahwa leverage adalah pedang bermata dua. Semakin tinggi leverage, semakin besar potensi keuntungan, tetapi juga semakin besar risiko kerugian.
Di Pintu Futures, leverage bisa mencapai hingga sekitar 25x. Namun, bagi pemula, sangat disarankan untuk menggunakan leverage rendah seperti 2x hingga 5x agar risiko tetap terkendali.
4. Tentukan Strategi dan Eksekusi Order dengan Tepat
Setelah menentukan pair dan leverage, langkah selanjutnya adalah membuka posisi dengan strategi yang jelas. Dalam futures trading, kamu memiliki dua pilihan utama:
Baca Juga: Dua Tahun Beroperasi, Penjual Beras SPHP Palsu di Probolinggo Dibongkar Polda Jatim
●Long (Buy): jika kamu memprediksi harga akan naik
●Short (Sell): jika kamu memprediksi harga akan turun
Kemudian, kamu perlu memilih jenis order. Market order akan langsung mengeksekusi transaksi pada harga pasar saat ini, sedangkan limit order memungkinkan kamu menentukan harga entry sendiri. Selain itu, sangat penting untuk mengatur Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL).
TP digunakan untuk mengunci keuntungan saat harga mencapai target tertentu, sedangkan SL digunakan untuk membatasi kerugian jika harga bergerak berlawanan. Tanpa TP dan SL, posisi kamu akan sangat rentan terhadap volatilitas pasar crypto yang tinggi.
Baca Juga: Liverpool Siap “Cuci Gudang” Musim Panas 2026, Arne Slot: Harus Jual untuk Beli
5. Monitor Posisi dan Terapkan Manajemen Risiko
Setelah posisi terbuka, pekerjaan kamu belum selesai. Justru, tahap ini menjadi salah satu yang paling penting, yaitu memantau posisi dan mengelola risiko.
Perhatikan margin ratio dan harga likuidasi yang ditampilkan di dashboard. Jika harga mendekati level likuidasi, kamu harus segera mengambil tindakan seperti menambah margin atau menutup posisi.
Selain itu, hindari overtrading atau membuka terlalu banyak posisi sekaligus. Fokus pada satu atau dua posisi dengan analisis yang matang akan lebih efektif dibandingkan membuka banyak posisi tanpa strategi.
Baca Juga: Bongkar Penjualan Komodo di Surabaya! 17 Anakan Sudah Terjual ke Thailand, Satu Ekor Rp 500 Juta
Manajemen risiko juga mencakup pengelolaan emosi. Jangan terbawa emosi saat mengalami kerugian atau keuntungan besar. Tetap disiplin dengan rencana trading yang telah dibuat sebelumnya.
Tips Tambahan agar Lebih Profit di Pintu Futures
Trading futures dikenal memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan dengan trading spot. Untuk itu, agar hasil trading lebih optimal, ada beberapa tips tambahan yang bisa kamu terapkan.
Langkah pertama, dengan selalu lakukan analisis sebelum membuka posisi. Gunakan kombinasi analisis teknikal dan fundamental untuk mendapatkan gambaran pasar yang lebih jelas.
Kemudian langkah selanjutnya kamu bisa menggunakan ukuran posisi yang sesuai dengan modal. Jangan mempertaruhkan seluruh dana dalam satu trade.
Baca Juga: NIK Langsung Nonaktif Jika Suami Ingkar Nafkah Pasca Cerai, Pemkot Surabaya Buktikan Efektif!
Langkah ketiga, kamu bisa memanfaatkan fitur edukasi seperti Pintu Academy untuk terus meningkatkan pengetahuan.
Semakin kamu memahami pasar, semakin baik keputusan yang bisa kamu ambil. Semakin banyak pengetahuan yang kamu miliki, maka kamu bisa menerapkan banyak strategi dalam trading.
Terakhir kamu harus menghindari penggunaan leverage tinggi secara berlebihan. Meskipun terlihat menggiurkan, leverage tinggi sering kali menjadi penyebab utama kerugian besar.
Baca Juga: Usai UI Kini ITB Viral Gara-Gara Lagu “Erika”, Lirik Dianggap Vulgar dan Lecehkan Perempuan
Kesimpulannya, trading crypto di Pintu Futures dapat menjadi peluang yang menarik jika dilakukan dengan strategi yang tepat.
Dengan mengikuti 5 langkah utama mulai dari memahami dashboard, deposit dana, memilih pair, membuka posisi, hingga mengelola risiko, kamu bisa memulai trading dengan lebih percaya diri.
Pintu Futures menjadi pilihan yang ideal bagi pemula karena menawarkan antarmuka yang sederhana, fitur lengkap, serta dukungan edukasi yang kuat.
Baca Juga: Vandalisme Kian Meluas di Surabaya, Bangunan Cagar Budaya di Kota Lama Juga Dicoret-coret
Selain itu, integrasi dengan Pintu Pro memberikan fleksibilitas bagi trader yang ingin berkembang ke level yang lebih profesional.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi.
Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor. (*)
Sumber : radar surabaya