Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

STS Kalbut Situbondo, Pusat Distribusi LPG yang Jadi Penopang Ketahanan Energi Nasional

Abdullah Munir • Sabtu, 11 April 2026 | 09:26 WIB
STS Kalbut Situbondo menjadi pusat distribusi LPG utama yang menopang ketahanan energi nasional.  (Pertamina Patra Niaga)
STS Kalbut Situbondo menjadi pusat distribusi LPG utama yang menopang ketahanan energi nasional.  (Pertamina Patra Niaga)

RADAR SURABAYA - Ketahanan energi Indonesia kembali ditegaskan melalui komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga suplai LPG nasional.

Salah satu fasilitas vital yang menjadi tulang punggung distribusi adalah Ship-to-Ship (STS) Kalbut di Situbondo, Jawa Timur. 

Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat bongkar muat LPG dari kapal induk ke kapal lebih kecil untuk kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah nusantara.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Sabtu 11 April 2026: Dominasi Awan dan Potensi Hujan Disertai Petir 

STS Kalbut telah beroperasi sejak 1995 dengan area laut seluas 3,92 km² dan menjadi bagian dari Terminal BBM Tanjungwangi. 

Fasilitas ini tidak hanya mendukung distribusi LPG di Jawa Timur, tetapi juga ke Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan pentingnya peran STS Kalbut. 

Baca Juga: Pertamina Jamin Stok LPG Aman di Jatim, Warga Tak Perlu Panik!

“Eksistensi STS Kalbut ini merupakan urat nadi energi Indonesia yang menjadi tulang punggung suplai LPG. Tidak hanya Jawa Timur, tetapi juga wilayah lain di seluruh nusantara,” ujarnya.

Berbeda dari sekadar menyoroti keberadaan fasilitas, angle baru menekankan peran STS Kalbut dalam sistem distribusi terintegrasi LPG nasional. 

Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan sarana distribusi laut melalui kapal tanker, distribusi darat dengan skid tank, serta pengawasan ketat di SPPBE dan pangkalan resmi.

Baca Juga: Lirboyo Tunggu Keputusan PBNU soal Tuan Rumah Muktamar ke-35, Siap Jika Ditunjuk

Ahad menjelaskan, untuk wilayah Jatimbalinus, STS Kalbut mendukung suplai ke Terminal LPG Surabaya, Tanjungwangi, Manggis, Ampenan, dan Bima. 

“Suplai reguler STS Kalbut bervariasi, dengan tonase kapal mulai dari 1.700 metrik ton hingga 10.000 metrik ton. Melalui STS Kalbut, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga pasokan agar aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan LPG di Jawa Timur, pada 8 April 2026 telah sandar kapal kargo dengan muatan 44.839 metrik ton di STS Kalbut. 

Pasokan ini segera didistribusikan ke sejumlah terminal dengan jadwal Gresik estimasi tiba 12 April dengan muatan 10.000 metrik ton, ditambah suplai dari kilang TPPI sebanyak 1.000 metrik ton.

Baca Juga: Harga Plastik Melonjak Tajam, UMKM di Surabaya Bingung Naikkan Harga

Surabaya sudah tiba 10 April dengan muatan 8.000 metrik ton dan sedang dalam proses bongkar, dan Banyuwangi estimasi tiba 11 April dengan muatan 2.500 metrik ton. (nir/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#STS Kalbut Situbondo #Distribusi LPG #situbondo #ketahanan energi #Pertamina Patra Niaga