RADAR SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut pemerintah memberi perhatian serius terhadap dampak kenaikan harga plastik terhadap UMKM, khususnya di pasar tradisional.
“Perhatian serius, karena banyak UMKM yang butuh plastik. Harganya naik karena kondisi bahan baku dan rantai pasok global,” ujarnya di Surabaya, Selasa (7/4).
Baca Juga: Brutal! 2 Pria di Denpasar Tewas Dianiaya 7 Orang, 5 Pelaku Sudah Ditangkap
Pemprov Jatim telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pemantauan langsung serta memetakan pelaku UMKM yang mampu beradaptasi dan yang membutuhkan intervensi.
“Kita kategorisasi dulu, mana UMKM yang bisa menyesuaikan, mana yang tidak bisa. Yang tidak bisa ini tentu harus kita pikirkan solusinya,” katanya.
Emil juga mendorong perubahan perilaku masyarakat, termasuk membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik. Namun, ia mengakui tidak semua jenis usaha dapat dengan mudah beralih dari kemasan plastik.
“Kita tidak bisa asal bicara tanpa data. Harus dicocokkan dulu dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Baca Juga: Kena OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Ditangkap KPK
Pemprov Jatim pun memprioritaskan perlindungan sektor ekonomi paling dasar, terutama pasar tradisional. Sementara masyarakat dengan daya beli lebih tinggi diharapkan menjadi pelopor dalam mengurangi penggunaan plastik dan beralih ke alternatif ramah lingkungan.
“Kita utamakan dulu sektor paling mendasar. Bagi yang punya kemampuan lebih, kita harap bisa lebih cepat beradaptasi,” paparnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek