Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dari Potensi Lokal ke Prestasi Nasional, Desa BRILiaN Sausu Tambu Perkuat Ekonomi Pesisir

Cak Fir • Jumat, 3 April 2026 | 22:29 WIB
Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi kunci dalam akselerasi ekonomi lokal.
Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi kunci dalam akselerasi ekonomi lokal.

Sulawesi Tengah – Transformasi desa berbasis potensi lokal kembali menunjukkan hasil konkret. Desa Sausu Tambu di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berkembang sebagai salah satu motor penggerak ekonomi pesisir melalui optimalisasi sumber daya alam, penguatan kelembagaan, serta dukungan program Desa BRILiaN dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Dengan luas wilayah sekitar 1.380 hektare, desa ini memiliki struktur sosial yang beragam, di mana budaya Kaili dan Hindu hidup berdampingan secara harmonis. Basis ekonomi masyarakat ditopang sektor perikanan dan pertanian, mencakup komoditas padi, kelapa, hingga kakao. Di sisi lain, potensi wisata Karosondaya menjadi salah satu pilar pertumbuhan baru yang mulai memberikan kontribusi terhadap ekonomi desa.

Pengelolaan potensi tersebut mendorong Desa Sausu Tambu masuk dalam jajaran desa wisata terbaik nasional, dengan menempati peringkat ke-9 dari 15 destinasi unggulan. Capaian ini merefleksikan efektivitas pengelolaan potensi desa secara terintegrasi, sekaligus memperkuat posisi desa sebagai simpul ekonomi berbasis komunitas.

Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi kunci dalam akselerasi ekonomi lokal. Melalui BUMDes Karosondaya, desa mengembangkan berbagai unit usaha strategis, mulai dari layanan BRILink, wisata jembatan trekking, dermaga wisata, hingga rencana pengembangan kawasan Tanjung. Diversifikasi usaha ini tidak hanya memperluas sumber pendapatan desa, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.

Pendekatan kolaboratif juga menjadi fondasi utama dalam pengelolaan sektor pariwisata. Keterlibatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), serta Kelompok Tani Hutan (KTH) memastikan keberlanjutan ekosistem wisata sekaligus pemerataan manfaat ekonomi. Skema ini turut membuka peluang tambahan pendapatan bagi nelayan dan kelompok masyarakat lainnya.

Di sektor riil, kakao menjadi salah satu komoditas unggulan dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. Aktivitas budidaya kakao tidak hanya meningkatkan produktivitas desa, tetapi juga memperluas lapangan kerja. Sementara itu, sektor perikanan tetap menjadi tulang punggung ekonomi pesisir dengan hasil tangkapan utama seperti ikan tongkol dan lajang. Komoditas kelapa pun menunjukkan peningkatan nilai tambah, dari produksi kopra hingga penetrasi pasar luar daerah.

Dari sisi ekosistem keuangan, inklusi menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan. BRI menghadirkan akses layanan keuangan melalui AgenBRILink, pemanfaatan aplikasi BRImo, serta dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha desa. Intervensi ini mempercepat transformasi ekonomi desa menuju model yang lebih produktif dan adaptif terhadap dinamika pasar.

Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan program Desa BRILiaN merupakan bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat ekonomi desa secara inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui program Desa BRILiaN, BRI mendorong penguatan kelembagaan desa, digitalisasi layanan keuangan, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Pendampingan ini dilakukan secara berkelanjutan agar desa mampu tumbuh mandiri dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” jelas Dhanny.

Hingga saat ini, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia dan terus diperluas sebagai bagian dari upaya menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Dengan kombinasi potensi lokal, tata kelola kelembagaan yang semakin solid, serta dukungan ekosistem keuangan yang inklusif, Desa Sausu Tambu menunjukkan arah transformasi yang progresif. Model pengembangan ini menjadi referensi bagaimana desa pesisir dapat bertransformasi menjadi entitas ekonomi yang adaptif, produktif, dan berdaya saing di tingkat nasional.

Editor : M Firman Syah
#BRI #BRImo #BRILian #BRILink #BBRI