Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dipicu Emas, Listrik, dan Pangan, Inflasi Jatim Maret 2026 Tembus 3,79 Persen

Mus Purmadani • Jumat, 3 April 2026 | 08:53 WIB
Emas perhiasan menjad salah satu komoditas yang memberi andil besar terhadap inflasi Jawa timur Maret 2026. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Emas perhiasan menjad salah satu komoditas yang memberi andil besar terhadap inflasi Jawa timur Maret 2026. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) pada Maret 2026 mencapai 3,79 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,50. 

Angka ini menunjukkan tekanan harga yang masih terjadi di berbagai kelompok pengeluaran, terutama sektor energi, pangan, dan komoditas nonmigas.

Plt Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, menjelaskan bahwa inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 5,31 persen dengan IHK 116,47. 

Baca Juga: Jalan Salib Hidup OMK Roh Kudus Rungkut, Surabaya, Warnai Perayaan Jumat Agung 

Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Gresik sebesar 3,16 persen dengan IHK 109,72.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga di hampir seluruh kelompok pengeluaran,” ujarnya, Kamis (2/4).

Secara rinci, kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 16,31 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 10,43 persen.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Cair Pekan Kedua April 2026, Ini Jadwal dan Cara Penyalurannya

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut menyumbang inflasi sebesar 3,75 persen. Kelompok lain yang juga mengalami kenaikan antara lain pendidikan (1,88 persen), kesehatan (1,69 persen), transportasi (1,14 persen), serta penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,34 persen).

Sementara itu, hanya kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami penurunan indeks sebesar 0,23 persen.

Untuk inflasi bulanan (month to month/m-to-m) pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,39 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) mencapai 1,13 persen.

Baca Juga: Stok Pangan Surabaya April 2026 Terjaga: Pemkot Pastikan Harga Bahan Pokok Terkendali

Herum mengungkapkan, sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan. 

Di antaranya emas perhiasan, tarif listrik, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, hingga rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Komoditas lain yang turut memberi andil inflasi antara lain daging sapi, angkutan udara, mobil, minyak goreng, ikan bandeng, tomat, serta biaya pendidikan seperti perguruan tinggi dan sekolah dasar. 

Selain itu, komponen konsumsi rumah tangga seperti kontrak rumah, nasi dengan lauk, dan santan juga ikut mendorong kenaikan harga.

Baca Juga: Keren! Tim RIVAL ITS Raih Best Rookie di Australia, Andalkan Robot Canggih AEROVAL

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi atau menyumbang deflasi secara tahunan, seperti bawang putih, bensin, cabai merah, bawang merah, wortel, pisang, dan telepon seluler.

Untuk inflasi bulanan, komoditas pangan masih mendominasi penyumbang kenaikan harga. 

Di antaranya daging ayam ras, daging sapi, telur ayam ras, beras, cabai merah, cabai rawit, serta ikan bandeng dan ikan mujair.

Baca Juga: Jadwal & Grup Piala AFF 2026 Resmi! Timnas Indonesia Tantang Vietnam hingga Singapura

Selain itu, BBM, minyak goreng, tomat, udang basah, serta buah-buahan seperti anggur dan jeruk juga turut berkontribusi terhadap inflasi Maret. 

Untuk komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan adalah angkutan udara dan emas perhiasan.

Herum menegaskan, dinamika harga di Jawa Timur masih dipengaruhi oleh fluktuasi harga pangan, energi, serta faktor musiman. Meski demikian, kondisi inflasi masih dalam rentang terkendali. 

Baca Juga: Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia 2026, Gabriele Gravina Mundur dari FIGC!

“Pergerakan harga ini perlu terus diwaspadai, terutama menjelang periode-periode dengan permintaan tinggi agar inflasi tetap stabil,” pungkasnya. (mus)

Editor : Nurista Purnamasari
#inlfasi #inlfasi jatim #kelompok pengeluaran #sumenep #gresik