Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk () terus mengakselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bagian dari implementasi Asta Cita dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hingga akhir Februari 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp31,42 triliun atau setara 17,46% dari total alokasi tahun 2026 sebesar Rp180 triliun yang ditetapkan Pemerintah. Penyaluran tersebut telah menjangkau 643 ribu debitur UMKM di seluruh Indonesia.
Tidak hanya dari sisi volume, BRI juga memastikan penyaluran KUR tepat sasaran dan produktif, khususnya ke sektor-sektor strategis yang berperan dalam memperkuat sektor riil. Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran KUR BRI didominasi sektor produksi, seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta jasa lainnya dengan porsi mencapai 64,13% dari total penyaluran.
Di antara sektor tersebut, pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp13,25 triliun atau setara 42,18% dari total KUR yang telah disalurkan BRI. Capaian ini mencerminkan komitmen perseroan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama BRI menyampaikan bahwa BRI secara konsisten mengambil peran strategis dalam mendukung agenda prioritas pemerintah, khususnya dalam memperkuat sektor UMKM yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“BRI akan terus berjalan beriringan dengan UMKM sebagai fondasi utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penyaluran KUR tidak hanya difokuskan pada pembiayaan semata, tetapi juga diiringi dengan pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitasnya, memperluas skala bisnis, dan pada akhirnya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hery.
Komitmen tersebut tercermin dari capaian debitur KUR BRI yang berhasil naik kelas sebanyak 213 ribu debitur atau setara 22,23% dari total sasaran tahun 2026 sebesar 962 ribu debitur.
Lebih lanjut, Hery menuturkan bahwa sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI memastikan penyaluran dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku serta dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini penting mengingat KUR merupakan kredit yang bersumber dari dana perbankan hasil penghimpunan dana masyarakat, sehingga kualitas kredit harus tetap terjaga.
Selain itu, jangkauan penyaluran KUR BRI terhadap rumah tangga juga menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Hingga Februari 2026, sekitar 19 dari setiap 100 rumah tangga telah mengakses fasilitas KUR BRI. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 18 rumah tangga per 100 rumah tangga pada 2025 dan 17 rumah tangga per 100 rumah tangga pada 2024.
Editor : M Firman Syah