Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengenal Desa BRILiaN Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuh dan Terus Berinovasi Bersama BRI

Cak Fir • Selasa, 31 Maret 2026 | 06:44 WIB
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Aji Bodronoyo memainkan peran strategis dalam mengelola berbagai unit usaha yang menopang ekonomi desa.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Aji Bodronoyo memainkan peran strategis dalam mengelola berbagai unit usaha yang menopang ekonomi desa.

 

SEMARANG – Desa Sumowono di Kabupaten Semarang menunjukkan dinamika ekonomi desa yang berkembang progresif melalui optimalisasi sektor pertanian, penguatan kelembagaan, serta inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Berada di kawasan pegunungan dengan karakter agraris yang kuat, desa ini menjadikan komoditas sayuran sebagai tulang punggung utama perekonomian, sekaligus sebagai penggerak aktivitas perdagangan di tingkat lokal maupun regional.

Kondisi geografis yang didukung iklim sejuk menjadikan Sumowono sebagai salah satu sentra produksi sayur di wilayah Kabupaten Semarang. Kedekatannya dengan pusat distribusi pasar sayur semakin memperkuat posisi desa dalam rantai pasok komoditas hortikultura. Aktivitas ekonomi yang terbentuk tidak hanya bersifat produksi, tetapi juga terintegrasi dengan distribusi dan perdagangan yang berlangsung hampir tanpa jeda.

Baca Juga: Program Desa BRILiaN Lahirkan Hendrosari Sebagai Desa Mandiri Terintegrasi

Kepala Desa Sumowono Budiyono menuturkan bahwa keberadaan pasar menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. “Potensi ekonomi yang paling dirasakan masyarakat saat ini adalah keberadaan pasar,” ujarnya. Sumowono memiliki tiga pasar yang beroperasi secara bergantian, menciptakan siklus ekonomi yang dinamis dan berkelanjutan antara petani, pedagang, serta konsumen dari berbagai daerah.

Penataan pasar desa yang dilakukan pemerintah desa turut meningkatkan efisiensi dan kenyamanan aktivitas perdagangan. Pasar yang kini tersusun dari Blok A hingga Blok F menjadi ruang ekonomi yang inklusif, di mana pelaku usaha dengan berbagai latar belakang dapat berpartisipasi, mulai dari petani yang menjual hasil panen secara langsung hingga pedagang yang berperan dalam distribusi.

Baca Juga: Dari Krisis ke Kreasi, D’Kambodja Heritage Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Di sisi kelembagaan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Aji Bodronoyo memainkan peran strategis dalam mengelola berbagai unit usaha yang menopang ekonomi desa. Fungsi BUMDes tidak hanya terbatas pada pengelolaan pasar, tetapi juga mencakup layanan keuangan, pengelolaan ruang publik, pengelolaan sampah berbasis nilai ekonomi, hingga pengembangan layanan berbasis digital seperti online shop dan delivery order.

Melalui unit layanan keuangan desa, akses pembiayaan bagi masyarakat menjadi lebih inklusif dengan skema bunga yang terjangkau. Sementara itu, pengelolaan sampah diarahkan tidak hanya sebagai fungsi lingkungan, tetapi juga sebagai sumber nilai tambah ekonomi. Pengembangan alun-alun desa sebagai ruang publik turut memperkuat interaksi sosial sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Desa BRILiaN Tompobulu, Model Pengembangan Ekonomi Desa yang Adaptif dan Berdaya Saing

Inovasi berbasis digital diwujudkan melalui layanan ONNO (Delivery Online Sumowono), yang menjadi salah satu solusi distribusi produk UMKM. Layanan ini tidak hanya mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan harian, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi pemuda desa. Dengan rata-rata 50 hingga 60 pesanan per hari, ONNO menjadi indikator meningkatnya adopsi layanan digital di tingkat desa.

Aktivitas UMKM di kawasan alun-alun desa juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, khususnya di sektor kuliner. Sekitar 20 hingga 22 pelaku usaha aktif beroperasi, didukung oleh pembangunan fasilitas pujasera melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang diinisiasi BRI. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru bagi UMKM yang lebih tertata dan berdaya saing.

Dukungan sektor keuangan turut memperkuat akselerasi ekonomi desa. Melalui BRI Unit Sumowono, pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), pinjaman umum, serta dukungan digitalisasi transaksi melalui QRIS dan EDC. Intervensi ini meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

Kolaborasi multipihak antara pemerintah desa, BUMDes, pelaku usaha, dan sektor perbankan menghasilkan capaian yang signifikan. Desa Sumowono berhasil masuk dalam 15 besar Desa BRILiaN 2025 tingkat nasional, mencerminkan keberhasilan dalam mengelola potensi lokal secara terstruktur dan berkelanjutan.

Baca Juga: Inni Dawet Jaga Kuliner Tradisional di Tengah Tren Minuman Kekinian, Manfaatkan LinkUMKM BRI untuk Terus Berkembang

Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa yang diinisiasi BRI sebagai bentuk agent of development dalam mengembangkan desa.

Hingga akhir tahun 2025 tercatat terdapat 5.200 desa yang telah mendapatkan pemberdayaan Desa BRILiaN yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Di Sumowono, program ini bukan sekadar label, melainkan cerita tentang desa yang tumbuh dari kebun sayur, pasar rakyat, dan semangat gotong royong, menuju masa depan yang lebih berdaya dan berkelanjutan. Semoga Desa Sumowono semakin maju dan program pemberdayaan yang dijalankan dapat mendorong UMKM lokal terus berkembang sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Keberhasilan Desa Sumowono menunjukkan bahwa transformasi ekonomi desa dapat dicapai melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan kekuatan sektor riil, kelembagaan desa, inovasi digital, serta dukungan pembiayaan. Model ini menjadi representasi pengembangan ekonomi desa yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Editor : M Firman Syah
#BRI #BRImo #BRILian #BRILink #BBRI