Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Purbaya Pede Ekonomi Tumbuh 5,7 Persen, Begini Penjelasan Bendahara Negara

Nofilawati Anisa • Jumat, 27 Maret 2026 | 15:26 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

RADAR SURABAYA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026 dapat mencapai 5,5 persen hingga 5,7 persen karena ditopang oleh sejumlah data perekonomian. 

Khususnya sektor konsumsi yang menunjukan peningkatan. 

Baca Juga: Momen Libur Lebaran Dongkrak Pemesanan Hotel hingga 40 Persen

Bendahara Negara menyebut survei konsumen, survei Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia hingga pembelian motor dan mobil menunjukkan angka cemerlang.  

“Kalau itu enggak naik, saya (juga) enggak bisa bilang naik. Dan saya tanya orang di luar, yang katanya orang luar pemerintah, ahli prediksi, ‘5,7 persen bisa?’ Ah bagus. Menurut saya di atas 5,5 persen sudah bagus dalam keadaan sekarang ya,” kata Purbaya ditemui di Kantor Kemenkeu, Jumat (27/3).
 
“Jadi bukan saya optimis, saya melihat data. Dan saya tahu apa yang saya masukkan ke sistem perekonomian supaya ekonominya bergerak. Data-data itu adalah dampak dari kebijakan di belakang,” tambahnya. 

Baca Juga: Gubernur Khofifah Terima Perwakilan Suku Tengger di Grahadi, Inisiasi Perda Masyarakat Adat untuk Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan Komunitas Adat se-Jatim

Purbaya menjelaskan hingga saat ini pemerintah juga memastikan likuiditas sistem perekonomian cukup seperti belanja pemerintah yang dilakukan tepat waktu. 

Tak hanya itu, Purbaya juga tengah mengupayakan perbaikan iklim usaha dengan optimal. 

Bagaimanapun, kata dia, ketika sinergi fiskal dan moneter berjalan beriringan maka pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen akan mudah dicapai. 

“Kalau saya bisa jalankan mesin fiskal dan mesin moneter yang menggerakan swasta, tumbuh 6 persen harusnya tidak terlalu sulit di atas buku ya. Tapi di lapangan kan kita perlu dorongan-dorongan seperti yang lain-lain supaya lebih cepat lagi. Tapi yang jelas, mesin-mesin itu sudah kita hidupkan. Jadi hampir pasti kita tidak menuju resesi apalagi krisis,” ujarnya.

Baca Juga:   Jumlah Uang Beredar di Bulan Februari 2026 Capai Rp 10.089 Triliun

Di sisi lain, Purbaya juga berkelakar ketika ekonomi tidak tumbuh 6 persen tahun ini, kemungkinan masyarakat akan meminta dirinya mundur dari jabatan Menteri Keuangan. 

Hal itu disampaikan Purbaya saat menyampaikan sambutan usai melantik Robert Leonard Marbun menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan baru. 

“Saya janji ke orang-orang, ke masyarakat, pertumbuhan ekonomi tahun ini mendekati 6 persen, kalau akhir tahun tidak tercapai, saya dimarahin sama masyarakat. Mungkin disuruh mundur,” ungkap dia. 

“Tapi kalau sebelum saya mundur, saya akan pecat Pak Febrio (Febrio N. Kacaribu, Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan RI) dulu, baru saya terakhir. Sehingga pendeknya, tantangan kita berat, waktu kita tidak banyak, kita harus bereskan, lebih rapi lagi organisasi kita, sehingga dampaknya ke perekonomian semakin signifikan,” jelas Purbaya.

Baca Juga: Aromaterapi dengan Sentuhan Budaya Lokal untuk Gaya Hidup Modern Incar Gen Z

Purbaya menyampaikan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi sesuai target pemerintah, pihaknya tidak hanya mengandalkan fiskal saja. 

Kementerian Keuangan bakal menggalakkan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) hingga Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).  

Baca Juga: Urbanisasi Usai Lebaran Diawasi Ketat, Pemkot Surabaya Perketat “Saringan” Pendatang Baru

“Ada Geo Dipa juga, kita galakkan ke depan. Bahkan PT SMI saya suruh hitung, kalau bikin sekolah terintegrasi gimana, biayanya seperti apa, bisa enggak kita bikin, mendahului Ristekdikti. Jadi kita sudah punya modal seperti itu, kalau kepepet,” imbuhnya. (blo/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kemenkeu #ekonomi #Likuiditas #mundur #menteri keuangan #moneter #Optimistis #fiskal #konsumsi #Purbaya Yudhi #pertumbuhan #Kuartal I