Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Pemberdayaan BRI

Muhammad Firman Syah • Kamis, 26 Maret 2026 | 09:21 WIB
Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar.
Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar.

Bandung – Berangkat dari ketertarikan mengembangkan kuliner berbasis tepung aci, brand kuliner Tercabaikan tumbuh menjadi salah satu usaha makanan lokal di Bandung yang menghadirkan beragam menu seperti baso aci, cimol bojot, cireng kuah, mie kocok, kupat tahu, mie ayam, hingga cilok.

Melalui penguatan cita rasa dan inovasi produk, usaha ini berupaya menghadirkan kuliner tradisional dengan sentuhan modern agar tetap relevan dengan selera pasar.

Produk Tercabaikan dikenal memiliki racikan bumbu yang kaya serta pilihan topping dan isian yang beragam. Inovasi terus dilakukan untuk menjaga daya tarik produk, di antaranya menghadirkan varian kupat tahu dengan sambal geprek atau chili oil, hingga baso aci dengan berbagai pilihan kuah seperti keju, seblak, maupun soto.

Baca Juga: Yummy Craft Kembangkan Kriya Bertema Kuliner Nusantara, Pasar Meluas Lewat Dukungan LinkUMKM BRI

Pemilik usaha Tercabaikan, Inggra DP, mengungkapkan ide memulai usaha tersebut muncul setelah melihat tingginya minat masyarakat terhadap kuliner baso aci saat berkunjung ke Garut. Pengalaman itu mendorongnya mencoba membuat versi sendiri di rumah hingga akhirnya berkembang menjadi usaha yang dijalankan hingga saat ini.

“Usaha ini berawal dari keputusan saya untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Ide membuat baso aci muncul ketika saya berkunjung ke Garut dan melihat sebuah toko baso aci yang sangat ramai hingga para pembeli rela mengantre sejak subuh. Dari situ timbul rasa penasaran, lalu saya mencoba membuat versi sendiri di rumah dan menjadikannya oleh-oleh untuk keluarga,” ujarnya.

Baca Juga: CamilanQ Angkat Pastel Abon Jadul dari Surakarta, Terus Berkembang Berkat Dukungan LinkUMKM BRI

Respons positif dari keluarga dan lingkungan sekitar mendorong usaha tersebut berkembang secara bertahap. Pada momen syukuran pernikahannya pada 2017, Inggra juga membagikan baso aci kepada keluarga dan tetangga. Dari momen itu mulai muncul sejumlah pesanan pre-order yang kemudian menjadi titik awal berkembangnya usaha Tercabaikan hingga saat ini.

Dalam perjalanan membangun usaha, berbagai tantangan turut dihadapi, terutama pada tahap awal ketika seluruh proses bisnis masih dijalankan sendiri, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, hingga pemasaran. Upaya penguatan pemasaran dilakukan melalui berbagai kanal digital seperti website, marketplace, media sosial, WhatsApp Business, serta layanan pesan antar.

Baca Juga: BeeFam’s Kembangkan Usaha Madu Trigona di Jakarta Barat melalui LinkUMKM BRI

Seiring perkembangan usaha, Inggra juga terus meningkatkan kapasitas bisnis melalui berbagai pelatihan. Salah satunya dengan memanfaatkan platform LinkUMKM BRI, khususnya program pelatihan yang diselenggarakan di Rumah BUMN Bandung.

“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI sekitar tahun 2020 saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN. Dari sanalah saya diperkenalkan dengan berbagai program pelatihan yang disediakan oleh LinkUMKM. Menurut saya program ini sangat bermanfaat karena menyediakan pelatihan gratis yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, bahkan hingga topik-topik yang sedang tren seperti pelatihan mengenai kecerdasan buatan,” jelasnya.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar.

Platform ini menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung sekitar 750 modul pembelajaran untuk memperkuat kemampuan soft skill maupun hard skill pelaku usaha.

Baca Juga: Cerita di Balik Bandeng Juwana Elrina, Oleh-oleh Khas Semarang yang Maju Berkat Pemberdayaan BRI

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa LinkUMKM BRI dirancang sebagai ekosistem pembelajaran yang membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas usaha secara berkelanjutan.

“Melalui LinkUMKM, BRI mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas usaha melalui akses pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis saat ini. Ekosistem ini juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring sekaligus menangkap peluang pasar yang semakin berkembang di era digital. Dengan penguatan kapasitas yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Editor : M Firman Syah
#BRI #BRImo #umkm #BRILink