Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Filipina Umumkan Darurat Energi, Bagaimana dengan Kondisi Pasokan Energi Indonesia?

Nofilawati Anisa • Rabu, 25 Maret 2026 | 18:11 WIB
SIAP: Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia. (IST)
SIAP: Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia. (IST)

RADAR SURABAYA  - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menyampaikan kondisi pasokan energi Indonesia aman, baik untuk bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG, ketika Filipina mulai darurat pasokan energi. 

“Untuk kondisi Indonesia, pasokan energi nasional saat ini dalam kondisi aman dan terkendali, baik untuk BBM maupun LPG,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia, Rabu (25/3).

Baca Juga: OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid 

Anggia menyampaikan pemerintah terus memantau secara cermat dinamika global, termasuk perkembangan di kawasan Timur Tengah (Timteng). 

Kementerian ESDM bersama seluruh pemangku kepentingan, telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan keandalan pasokan energi tetap terjaga.

“Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran melakukan pengelolaan energi secara optimal dan adaptif terhadap dinamika global,” kata Anggia.

Baca Juga: Tetap Berlanjut, Bansos Tak Terdampak Efisiensi Anggaran

Salah satu langkah antisipatif itu adalah penguatan monitoring pasokan dan distribusi energi secara nasional, demikian juga dengan diversifikasi sumber pasokan energi. 

“Yang juga perlu diperhatikan adalah pengelolaan konsumsi energi yang lebih bijak dan efisien,” ucap Anggia.

Ia menyampaikan seluruh langkah ini bersifat antisipatif dan preventif, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. 

Baca Juga: Ekonom Core Sebut Pemerintah Perlu Mitigasi Tantangan Ekonomi PascaLebaran

“Aktivitas ekonomi dan kebutuhan energi masyarakat tetap menjadi prioritas utama untuk dijaga,” ujar Anggia.

Pemerintah Filipina, Selasa (24/3), menjadi negara pertama yang resmi mengumumkan keadaan darurat nasional akibat gangguan rantai pasok energi global menyusul konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan GMA News, Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah menandatangani perintah eksekutif yang secara formal memberlakukan keadaan darurat dan mengaktifkan respons nasional untuk memulihkan kestabilan pasokan energi dan mencegah dampak ekonomi dari kenaikan harga bahan bakar.

Adapun Filipina mendatangkan hampir 26 persen dari kebutuhan energi nasionalnya dari kawasan Timteng, dengan total anggaran yang dihabiskan untuk energi Timteng pada 2024 mencapai USD 16 miliar.

Baca Juga: Wow! Tercatat 1,93 Juta Kendaraan Keluar Masuk Jatim selama Arus Mudik Balik Lebaran 2026, Naik 18 Persen

Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas agresi militer itu dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Baca Juga: Merdeka Gold Ajukan IPO di Hong Kong

Teheran juga mengambil kendali Selat Hormuz, jalur pelayaran yang amat penting bagi pasokan minyak sedunia, dengan sebagian besar suplai energi untuk negara-negara Asia pasti melewati kawasan tersebut. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#dadurat #filipina #bahan #Kementerian ESDM #Krisis #kawasan #lpg #minyak #konsumsi #bbm #pasokan #timur tengah #bakar #energi