Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Person of The Year Piala Dunia U-17 Selebriti Sidoarjo Sport Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid 

Nofilawati Anisa • 2026-03-25 18:06:14
LAYANAN: Aktivitas di salah satu ATM Bank Mandiri. OJK menegaskan bahwa kinerja industri perbankan sampai saat ini masih dalam kondisi yang solid dan pertumbuhan yang positif. (ANTARA/ILUSTRASI)
LAYANAN: Aktivitas di salah satu ATM Bank Mandiri. OJK menegaskan bahwa kinerja industri perbankan sampai saat ini masih dalam kondisi yang solid dan pertumbuhan yang positif. (ANTARA/ILUSTRASI)

RADAR SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa kinerja industri perbankan sampai saat ini masih dalam kondisi yang solid dan pertumbuhan yang positif.

"Mengenai revisi outlook negatif terhadap bank-bank besar di Indonesia, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch, bukan dikarenakan faktor fundamental kinerja perbankan tersebut," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, Rabu (25/3).

Baca Juga: Tetap Berlanjut, Bansos Tak Terdampak Efisiensi Anggaran

Dia melanjutkan, revisi outlook terhadap bank-bank besar Indonesia lebih dipicu perubahan outlook peringkat kredit sovereign Indonesia dari stabil menjadi negatif. 

Revisi tersebut turut memengaruhi persepsi risiko terhadap sektor perbankan nasional serta pengaruh faktor eksternal dinamika makroekonomi global.

Sebagai informasi, secara umum peringkat lembaga/institusi/perusahaan pada suatu negara setara atau lebih rendah dibandingkan peringkat sovereign di negara tersebut. 

Baca Juga: Ekonom Core Sebut Pemerintah Perlu Mitigasi Tantangan Ekonomi PascaLebaran

“Pada dasarnya kondisi industri perbankan nasional berada dalam kondisi yang positif, dengan pertumbuhan kredit pada Januari 2026 sebesar 9,96 persen (yoy) sejalan dengan pertumbuhan DPK sebesar 13,48 persen (yoy),” kata Dian.

Selain itu, kualitas kredit terjaga dengan NPL sebesar 2,14 persen, permodalan yang kuat sebesar 25,87 persen, serta likuiditas yang ample dengan rasio AL/NCD, AL/DPK dan LCR masing-masing sebesar 121,23 persen, 27,54 persen, dan 197,92 persen, jauh di atas threshold. 

Dari sisi fundamental, kinerja bank-bank besar di Indonesia dan Himbara, saat ini berada pada level yang kuat dengan rasio permodalan dan likuiditas yang memadai untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko ke depan. 

Baca Juga: Wow! Tercatat 1,93 Juta Kendaraan Keluar Masuk Jatim selama Arus Mudik Balik Lebaran 2026, Naik 18 Persen

Pertumbuhan kredit Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 dan Himbara mencatatkan pertumbuhan kredit double digit, masing-masing 13,34 persen dan 13,43 persen. 

Di sisi pendanaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk KBMI 4 dan Himbara masing-masing 16,32 persen dan 16,38 persen. 

Angka itu menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat tetap kuat dan kondisi likuiditas berada pada level yang sangat terjaga. 

Ketahanan permodalan juga berada pada level yang sangat kuat. 

Baca Juga: Merdeka Gold Ajukan IPO di Hong Kong

Rasio CAR Himbara pada Januari berada pada level 20,32 persen, sedangkan rasio CAR KBMI 4 pada level 22,33 persen. 

Hal ini memberikan ruang ekspansi bisnis yang memadai sekaligus menjadi bantalan yang kuat dalam mengantisipasi potensi risiko ke depan.

Dari aspek kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL Gross) berada pada kisaran kurang dari 1 persen hingga 3 persen, dengan Loan at Risk (LaR) tetap terkendali dan didukung pembentukan cadangan yang memadai. 

Baca Juga: Hingga 24 Maret 2026, sebanyak 8,8 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT 

Hal ini mencerminkan penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang prudent, khususnya dalam menjaga kualitas penyaluran kredit. 

Sepanjang 2025, Bank KBMI 4 dan Himbara juga membukukan laba yang baik, mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, kualitas aset, dan penguatan manajemen risiko. (one/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#otoritas jasa keuangan (ojk) #dana pihak ketiga (dpk) #Global #perbankan #Makroekonomi #Fundamental #institusi #Dian Ediana Rae #solid #himbara #peringkat #lembaga