RADAR SURABAYA - Harga minyak dunia turun setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuturkan, AS dan Iran telah melakukan pembicaraan produktif tentang mengakhiri perang.
Ia juga memerintahkan penghentian sementara serangan selama lima hari terhadap infrastruktur energi utama di negara tersebut.
Baca Juga: Gelandang Leeds United Dibawa! Bulgaria Tampil Mengerikan di FIFA Series 2026
Mengutip CNBC, Selasa (24/3), harga minyak Brent turun hampir 11 persen menjadi USD 99,94 per barel setelah mencapai USD 112 pada Jumat pekan lalu.
Harga minyak West Texas Intermediate susut lebih dari 10 persen menjadi USD 88,13 per barel.
"Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran telah melakukan selama dua hari terakhir, percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total atas permusuhan kita di Timur Tengah," ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Baca Juga: Imbas Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah, OJK Waspadai Tekanan pada Industri Asuransi Umum
"Saya telah memerintahkan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari,” tulis Trump.
Unggahan itu muncul setelah Trump pada Sabtu pekan lalu mengatakan Iran memiliki waktu 48 jam untuk kembali membuka Selat Hormuz atau AS akan menyerang pembangkit listrik Iran.
Masih belum jelas kapan jalur pelayaran utama itu akan kembali dibuka.
Baca Juga: Dosen Umsura Bagikan Tips Mengelola THR Lebaran Anak agar Tidak Boros
Goldman Sachs secara tajam menaikkan perkiraan harga minyaknya pada Senin (23/3), memperkirakan Brent rata-rata USD 110 pada Maret dan April, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar USD 98, atau lonjakan 62 persen dari rata-rata tahunan 2025.
Bank tersebut juga meningkatkan perkiraan WTI menjadi USD 98 pada Maret dan USD 105 pada April.
"Dengan asumsi bahwa aliran Hormuz tetap pada 5 persen (dari aliran normal) hingga 10 April, harga kemungkinan akan cenderung lebih tinggi selama periode tersebut,” kata analis Goldman. (tan/opi)
Editor : Nofilawati Anisa