RADAR SURABAYA - Sejumlah analis memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di kisaran level 7.000 usai libur Lebaran, dengan volatilitas tinggi seiring meningkatnya tekanan dari sentimen global.
“Range (IHSG) 7.000 – 7.200. Rawan koreksi (gap down) dan volatilitas tinggi di awal sesi karena pricing in akumulasi sentimen global selama libur,” kata Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi dilansir dari Bloombergtechnoz, Selasa (24/3).
Baca Juga: Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Surabaya Gubeng dan Pasar Turi, 30.853 Penumpang Tiba
Sedikit berbeda, analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menuturkan IHSG cenderung mengalami technical rebound setelah libur panjang Lebaran.
Menurutnya, sebelum libur panjang biasanya investor melakukan profit taking dan wait and see sehingga indeks cenderung melemah.
“Lalu setelah libur berakhir terjadi aliran dana masuk kembali dan mendorong indeks mengalami rebound,” kata Hendra.
Baca Juga: Heboh di Medsos! Aksi Wanita Rayakan Idulfitri Sambil Merokok Picu Badai Kritik
Namun demikian, penguatan IHSG diperkirakan masih akan bersifat terbatas karena pasar masih dibayangi oleh sejumlah sentimen global seperti arah kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan harga komoditas energi, serta kondisi geopolitik yang sewaktu-waktu dapat kembali memanas.
“Dengan kombinasi sentimen global yang mulai membaik, penguatan bursa Amerika dan Asia, serta faktor musiman pasca Lebaran, maka IHSG pada perdagangan berikutnya berpeluang bergerak menguat namun dalam range terbatas dengan potensi menguji area resistance di level 7.200,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, pergerakan pada hari pertama pembukaan pasca libur panjang akan menjadi penentu arah jangka pendek IHSG.
Baca Juga: Pasar Terang Kembang Jepun Tempo Dulu Jadi Jujukan Anak Muda Surabaya
Karena akan menunjukkan, apakah penguatan yang terjadi hanya sebatas technical rebound atau menjadi awal dari fase penguatan yang lebih stabil dalam beberapa waktu ke depan.
Namun demikian, dia menyarankan pelaku pasar tetap perlu mewaspadai risiko eksternal.
Apabila tensi geopolitik global kembali memanas atau terjadi perubahan kebijakan moneter global yang lebih ketat dari perkiraan, maka bukan hal yang aneh IHSG akan kembali mengalami tekanan dan menguji area support psikologis di level 7.000.
“Hal yang saat ini menjadi level penting untuk menjaga tren pergerakan indeks tetap berada dalam fase konsolidasi yang sehat,” tuturnya.
Berdasarkan data perdagangan bursa, IHSG ditutup melemah pada pekan terakhir sebelum periode libur panjang lebaran dengan pelemahan ke level 7.106.
IHSG tercatat turun 0,43 persen secara mingguan ke level 7.106, dibandingkan pekan sebelumnya di posisi 7.137.
Pergerakan IHSG juga menunjukkan tekanan yang lebih dalam pada level intraday. Level terendah indeks turun 3,01 persen menjadi 6.917, sementara level tertinggi di posisi 7.148.
IHSG libur selama sepekan sejak 18 Maret berkaitan dengan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026. Perdagangan akan kembali dibuka besok, Rabu (25/3). (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa