RADAR SURABAYA - Meskipun dibayangi perang di Timur Tengah, namun PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) tetap optimistis tahun ini kinerjanya bisa tumbuh 10-30 persen.
Selain terus memperkuat pengadaan kapal baru juga melakukan diversifikasi usaha subsea dan EPCI.
Menurut Eka Taniputra, Direktur Utama ELPI, perang di Timur Tengah memang ada dampaknya.
Sebab ada dua kapal Perseroan yang beroperasi di Perusahaan Migas Arab Saudi, Aramco yang ikut terdampak. Namun secara umum kondisinya masih bagus.
“Sampai saat ini belum terdampak. Kami kira akan banyak positifnya. Karena dengan penutupan Selat Hormutz, sewa kapal akan naik signifikan. Sebab banyak kapal yang ter lockdown disana. Supply and demannya tidak imbang terutama dikawasan regional,” ungkap Eka, Senin (9/3).
Dia yakin tahun 2026 kinerjanya akan naik 10-30 persen. Tahun 2025, ELPI meraih pendapatan sebesar Rp 1,01 trilun turun 15 persen dari 2024 yang sebesar Rp 1,2 triliun.
Pihaknya akan melakukan berbagai strategi di antaranya terus memperkuat armada kapal.
Saat ini ELPI telah mengoperasikan sebanyak 107 kapal. Jumlah itu akan terus ditambah kedepan.
Selain itu ELPI juga telah berhasil memenangkan tender proyek FLNG senilai Rp 2,39 triliun dengan kontrak kerja selama 18 tahun dengan enam kapal yakni kapal crew boat, pilot boat, OSV dan multi purpose tug.
“Kami juga melakukan diversifikasi ke sektor dry bulk secara bertahap. Dan saat ini sudah memberikan kontribusi 41,75 persen dari total pendapatan ELPI,” ungkap dia.
Yang terbaru ELPI juga akan ekspansi bisnis ke sektor ssubsea dan EPCI (engineering, procurement, construction dan installation) yang dinilai memiliki prospek sangat bagus.
Pihaknya siap mengalokasikan dana Capex sebesar Rp 1 triliun dari total Rp 1,5 triliun tahun ini.
Dana capex tersebut sudah akan mulai terserap pada kuartal II atau Q2 hingga Juni 2026.
Dan diharapkan lini bisnis baru ini akan mulai memberikan dampak pendapatan signifikan pada Perusahaan pada kuartal IV (Q4) tahun 2026.
“Nanti akan banyak Perusahaan oil & gas yang melakukan pemetaan bawah laut. Juga banyak perusagaan energi yang memasang kabel dan pipa bawah laut. Ini opportunity yag harus kita tangkap. Kami juga akan menjalin Kerjasama dengan Perusahaan lokal namun nanti bisa memembus pasar global untuk bisnis subsea dan EPCI ini,” tandas dia.
Terkait pembagian dividen, Wawan HP, Corporate secrteray ELPI menambahkan, tahun ini pihaknya akan membagikan dividen sebesar 59,07 persen dari total laba bersih tahun 2025 sebesar Rp 209,1 miliar atau turun 20,76 persen dari tahun 2024 yang mencatat laba bersih Rp 263,9 miliar.
“Dividen yang akan kami bagikan nanti setara dengan Rp 17 per lembar saham. Jumlah itu naik dari tahun 2024 yang Rp 13,50 per lembar saham. Ini artinya ELPI tetap komitmen untuk memberikan keuntungan bagi para pemegang saham,” pungkas Wawan. (fix)
Editor : Nofilawati Anisa