RADAR SURABAYA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa (10/3), dibuka menguat 105,68 poin atau 1,44 persen ke posisi 7.443,05.
Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,98 poin atau 1,33 persen ke posisi 760,56.
Senin (8/3) sore, IHSG ditutup melemah seiring kekhawatiran investor terhadap potensi inflasi energi di tingkat global imbas melonjaknya harga minyak mentah.
IHSG ditutup melemah 248,32 poin atau 3,27 persen ke posisi 7.337,37.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 25,47 poin atau 3,28 persen ke posisi 750,57.
“IHSG melemah di tengah sentimen geopolitik dan potensi inflasi,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Rarna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin (9/3).
Dari konflik di Timur Tengah, penutupan Selat Hormuz membuat para produsen minyak di Timur Tengah mengurangi produksinya, seiring kekurangan tempat penyimpanan minyaknya karena tidak dapat mengirimkan produksinya ke pelanggan.
Seiring dengan itu, harga minyak mentah meningkat tajam yaitu minyak WTI naik 11,86 persen ke level USD 101,68 per barel dan minyak Brent naik 12,77 persen ke level USD 104,53 per barel.
Kenaikan itu menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi dan perlambatan ekonomi global.
Sementara itu, para menteri keuangan negara G7 dijadwalkan membahas kemungkinan pelepasan cadangan darurat minyak secara bersama-sama.
Penarikan cadangan strategis ini sebelumnya pernah dilakukan sebanyak lima kali, di antaranya ketika invasi Rusia ke Ukraina, gangguan pasokan di Libya, badai Katrina, serta selama Perang Teluk pertama. (ara/opi)
Editor : Nofilawati Anisa