Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Donald Trump Beri Sinyal Segera Akhiri Perang Iran, Ini yang Terjadi pada Bursa Asia

Nofilawati Anisa • Selasa, 10 Maret 2026 | 09:34 WIB

ILUSTRASI
ILUSTRASI


RADAR SURABAYA - Bursa saham Asia pada perdagangan hari ini, Selasa (10/3), dibuka menguat setelah pasar global bergejolak pada sesi sebelumnya.

Sentimen membaik setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa perang di Timur Tengah bisa “segera berakhir”.

Indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang yang disusun MSCI naik 2,6 persen, sehingga memangkas sebagian kerugian sejak konflik dimulai.

Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat bergerak lebih terbatas.

S&P 500 e-mini futures turun 0,2 persen setelah sebelumnya rebound pada Senin.

Melansir dari Reuters, pernyataan Trump memicu optimisme pasar yang kontras dengan perkembangan di Iran.

Di negara itu, kelompok garis keras berkumpul untuk menyatakan dukungan terhadap Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, sebagai bentuk perlawanan.

Sinyal yang saling bertentangan tersebut membuat pasar global bergejolak pada Senin.

Harga minyak sempat melonjak sementara saham di Wall Street jatuh, sebelum akhirnya berbalik naik setelah komentar Trump dan laporan yang menyebut Washington mungkin melonggarkan sanksi terhadap energi Rusia.

Analis pasar IG di Sydney Tony Sycamore mengatakan, meskipun sentimen panik jangka pendek mulai mereda, sulit untuk sepenuhnya menerima klaim bahwa konflik tersebut sudah “sangat selesai”.

“Namun demikian, pelunakan retorika Presiden Trump, dari sebelumnya menuntut penyerahan total menjadi menyebut misi itu ‘sangat selesai’, merupakan perkembangan yang disambut baik dan setidaknya membantu menenangkan pasar Asia pada sesi hari ini,” ujarnya.

Seiring pulihnya kepercayaan investor setelah aksi jual pada Senin dan meningkatnya minat risiko dari investor ritel, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 3,6 persen.

Indeks Kospi Korea Selatan bahkan melesat 6,4 persen.

Kenaikan tersebut mendorong Bursa Korea mengaktifkan mekanisme sidecar setelah kontrak berjangka naik lebih dari 5 persen, sehingga perdagangan program dihentikan selama lima menit.

Meski demikian, latar belakang pasar masih tegang. Militer Iran memperingatkan akan meningkatkan serangan misil sebagai bentuk perlawanan lanjutan.

Trump juga menegaskan ancaman keras melalui unggahan di Truth Social.

Ia mengatakan, jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dipukul oleh AS 20 kali lebih keras dibanding yang sudah mereka alami sejauh ini. (idx/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#donald trump #bursa saham asia #indeks saham asia pasifik #presiden amerika serikat #optimisme pasar