Harga Emas Dunia Justru Turun di Tengah Konflik Geopolitik Timur Tengah

Nofilawati Anisa • Dipublikasikan Selasa, 10 Maret 2026 | 08:10 WIB

ILUSTRASI: Harga emas dunia mengalami penurunan sekitar 1 persen pada perdagangan, Senin (8/3).
ILUSTRASI: Harga emas dunia mengalami penurunan sekitar 1 persen pada perdagangan, Senin (8/3).

RADAR SURABAYA – Konflik geopolitik di Kawasan Timur Tengah sudah berjalan 10 hari.

Konflik ini pun melahirkan sejumlah persoalan politik krusial, mengingat lokasi strategis Selat Hormuz di Timur Tengah yang dikenal sebagai lalu lintas distribusi minyak maupun logistik global.

Salah satunya harga minyak yang terus melambung hingga USD 123 per barel.

Di sisi lain, harga emas dunia justru turun lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin (9/3).

Penurunan ini dipicu penguatan dolar Amerika Serikat (USD) serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga di tengah kekhawatiran inflasi akibat konflik di Timur Tengah.

Mengutip CNBC, Selasa (10/3), harga emas spot tercatat turun 1,5 persen menjadi USD 5.091,62 per ounce.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup melemah 1,1 persen ke level USD 5.103,70 per ounce.

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi akibat ketidakpastian perang memberi tekanan terhadap harga emas.

Namun di sisi lain, konflik yang berlangsung lebih lama justru berpotensi menjaga permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

“Konflik yang berkepanjangan diperkirakan akan mempertahankan permintaan aset safe haven dan memberikan batas bawah bagi harga emas,” kata Wyckoff.

Emas selama ini dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Namun, ketika suku bunga rendah, daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil (zero-yield asset) biasanya meningkat.

Penguatan USD terjadi seiring lonjakan harga minyak yang mendekati USD 123 per barel.

Kondisi ini membuat investor cenderung mencari likuiditas karena khawatir perang berkepanjangan di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan energi dan menekan pertumbuhan ekonomi global.

Dolar yang lebih kuat membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. (uta/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
Inflasi Harga Emas Dunia Naik penguatan dolar AS safe haven harga emas dunia konflik timur tengah