Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Transaksi Digital Melonjak, BRI Perkuat Struktur Pendanaan Berbasis CASA

Muhammad Firman Syah • Kamis, 5 Maret 2026 | 10:26 WIB

Photo
Photo

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat kinerja bisnis transaction banking sebagai bagian dari strategi transformasi perusahaan. Hingga Desember 2025, BRI mencatat pertumbuhan transaksi digital yang signifikan pada segmen ritel, bisnis, hingga ekosistem pembayaran. Kinerja tersebut sekaligus mendorong penguatan struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA).

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan, penguatan transaction banking menjadi salah satu fokus utama dalam transformasi BRIVolution Reignite yang tengah dijalankan perseroan. Strategi ini diarahkan untuk menciptakan struktur pendanaan yang lebih efisien, stabil, serta berbasis dana murah.

Menurutnya, transformasi tersebut dijalankan melalui dua pendekatan utama, yakni memperkuat dana murah dan meningkatkan kapabilitas layanan transaction banking. BRI juga terus mempercepat pertumbuhan CASA melalui optimalisasi berbagai kanal digital seperti BRImo, BRILink, dan QRIS, serta meningkatkan penetrasi layanan pada berbagai klaster bisnis.

“Sebagai bagian dari transformasi BRIVolution Reignite, BRI melakukan penguatan pada funding franchise untuk memastikan struktur pendanaan semakin efisien dan stabil. Kami mendorong pertumbuhan CASA melalui optimalisasi kanal digital serta peningkatan penetrasi pada business cluster,” ujar Hery dalam press conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 di Jakarta.

Penguatan aktivitas transaksi ritel melalui kanal digital terlihat dari peningkatan jumlah pengguna dan nilai transaksi SuperApp BRImo. Hingga Desember 2025, pengguna BRImo tercatat mencapai 45,9 juta atau tumbuh 18,9 persen secara tahunan. Nilai transaksi yang tercatat melalui platform tersebut juga meningkat 26,4 persen secara tahunan menjadi Rp7.076,9 triliun.

Selain segmen ritel, BRI juga terus mengembangkan layanan transaction banking untuk segmen menengah, komersial, dan korporasi melalui platform Qlola. Layanan ini menyediakan sistem cash management dan transaksi end-to-end bagi nasabah bisnis.

Hingga akhir 2025, jumlah pengguna aktif Qlola tercatat mencapai 113 ribu atau tumbuh 48,1 persen secara tahunan. Sejalan dengan itu, volume transaksi atau sales volume melalui platform tersebut meningkat 36,2 persen secara tahunan menjadi Rp13.456 triliun.

Ekspansi juga dilakukan pada ekosistem pembayaran merchant. Hal ini tercermin dari peningkatan volume transaksi merchant yang naik 48,1 persen secara tahunan menjadi Rp223,2 triliun.

Sementara itu, transaksi melalui QRIS BRI juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Nilai transaksi meningkat hingga 100 persen secara tahunan menjadi Rp85,6 triliun, dengan jumlah transaksi yang tumbuh 127,5 persen secara tahunan hingga mencapai lebih dari 782,8 juta transaksi.

Hery menegaskan bahwa BRI akan terus mengembangkan kapabilitas transaction banking melalui penguatan platform digital serta peningkatan layanan merchant dan ekosistem bisnis.

“Capaian ini menegaskan bahwa transformasi BRIVolution Reignite tidak hanya memperkuat basis dana murah, tetapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Peningkatan aktivitas transaksi pada kanal digital dan ekosistem pembayaran tersebut turut memperkuat basis dana giro dan tabungan BRI. Hingga akhir 2025, Dana Pihak Ketiga BRI tercatat tumbuh 7,4 persen secara tahunan menjadi Rp1.467 triliun. Rasio CASA juga tetap terjaga tinggi di level 70,6 persen, sementara cost of fund membaik menjadi 2,9 persen dibandingkan 3,1 persen pada akhir 2024.

Editor : M Firman Syah
#BRI #Banking #BBRI