Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dari Kios Pupuk ke Layanan Keuangan Desa, Rumiatun Hadirkan BRILink untuk Warga Grobogan

Muhammad Firman Syah • Rabu, 4 Maret 2026 | 17:33 WIB

Photo
Photo

Semarang – Keterbatasan akses layanan perbankan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat pedesaan. Hal itu sempat dirasakan warga Desa Prigi RT 05/RW 01, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Untuk melakukan transaksi sederhana seperti tarik tunai, setor uang, hingga mengecek saldo, warga harus menempuh jarak cukup jauh ke kantor cabang bank. Kondisi tersebut tentu menyita waktu, tenaga, dan biaya transportasi, terutama bagi mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani.

Situasi itulah yang mendorong Rumiatun mengambil langkah berani pada 2018 dengan menjadi BRILink Agen di desanya. Keputusan tersebut berangkat dari pengalamannya mengelola kios pupuk yang membuatnya memahami kebutuhan ekonomi dan pola transaksi harian masyarakat sekitar.

Berbekal kedekatan dengan warga serta pengalaman sebagai pedagang, Rumiatun melihat bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya sebatas barang konsumsi dan sarana pertanian, tetapi juga layanan keuangan yang mudah dijangkau. Banyak warga harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk melakukan transaksi sederhana di bank.

Dari sana, Rumiatun kemudian mengembangkan kiosnya menjadi titik layanan BRILink Agen sebagai perpanjangan tangan layanan perbankan hingga ke tingkat desa. Selain tetap menjalankan usaha kios pupuk, kini ia juga melayani berbagai transaksi keuangan seperti tarik tunai, transfer, hingga pembayaran berbagai tagihan.

Kehadiran BRILink di kios miliknya tidak hanya mempermudah akses warga terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi desa menjadi lebih efisien dan inklusif. “Niat saya adalah supaya warga desa tidak perlu jauh-jauh lagi kalau mau tarik uang atau ambil bantuan,” ujar Rumiatun.

Sejak saat itu, berbagai kebutuhan transaksi dapat dilakukan lebih dekat oleh masyarakat. Warga tidak hanya bisa melakukan tarik tunai dan setor uang, tetapi juga transfer serta pembayaran berbagai tagihan. Salah satu layanan yang paling dirasakan manfaatnya adalah pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Layaknya mini ATM, Rumiatun bertindak sebagai petugas yang membantu masyarakat penerima bantuan untuk mengecek saldo dan melakukan tarik tunai secara cepat melalui BRILInk Agen.

“Pencairan BPNT pun tidak lagi harus dilakukan di kantor cabang, karena melalui AgenBRILink, layanan tersebut tersedia lebih dekat, lebih efisien, dan lebih praktis bagi masyarakat desa,” ucap Rumiatun.

Meski demikian, perjalanan Rumiatun sebagai BRILink Agen di Kabupaten Grobogan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Pada masa awal operasional, ia harus menghadapi rendahnya pemahaman masyarakat terhadap layanan BRILink. Banyak warga belum mengetahui bahwa transaksi seperti tarik tunai, setor tunai, transfer, hingga pencairan bantuan sosial dapat dilakukan langsung di desa tanpa harus pergi ke kantor cabang bank.

Ia bahkan menyebut sebagian warga belum memiliki kartu ATM maupun buku tabungan, sehingga persoalan literasi dan inklusi keuangan menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut menuntut lebih dari sekadar kemampuan melayani transaksi.

Dalam praktiknya, Rumiatun tidak hanya bertindak sebagai BRILink Agen, tetapi juga menjadi jembatan edukasi keuangan bagi masyarakat sekitar. Ia aktif memberikan pemahaman mengenai manfaat menabung, penggunaan layanan perbankan, serta pentingnya bertransaksi melalui sistem keuangan formal. Perlahan, upaya tersebut membangun kepercayaan warga sekaligus mendorong mereka untuk lebih mengenal dan memanfaatkan layanan perbankan secara optimal.

Setelah delapan tahun menjalankan peran sebagai BRILInk Agen, Rumiatun mengaku bersyukur dapat berkontribusi membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan sehari-hari. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BRI yang telah memberikan kesempatan tersebut.

Ke depan, Rumiatun berharap dapat terus mengoptimalkan layanan BRILink Agen sebagai tambahan usaha. Ia berencana meningkatkan jumlah transaksi sekaligus memperluas jaringan pelanggan. Menurutnya, pelayanan yang konsisten, jujur, dan amanah menjadi kunci agar BRILink Agen miliknya tetap dipercaya masyarakat serta berkembang sebagai pusat layanan keuangan sekaligus pusat kebutuhan pertanian warga sekitar.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perputaran roda perekonomian, BRI juga terus mendorong inklusi keuangan sekaligus menciptakan sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai BRILink Agen.

Hingga akhir Desember 2025, jumlah BRILink Agen telah mencapai lebih dari 1,1 juta agen atau tumbuh 12,2 persen secara year on year. Agen-agen tersebut tersebar di sekitar 66 ribu desa dan telah menjangkau lebih dari 80 persen wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

“Peran BRILink Agen tersebut kini telah bertransformasi, dari penyedia layanan transaksi menjadi lifestyle micro provider. Hal tersebut menggambarkan konsistensi BRI dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan memberdayakan,” pungkas Akhmad.

Editor : M Firman Syah