Membangun Ekosistem Edukasi dan Pertumbuhan Beautypreneur lewat Dreampreneur Beauty Academy

Nofilawati Anisa • Dipublikasikan Rabu, 25 Februari 2026 | 14:52 WIB

 

BERBAGI: Fadhila Shahab, Business and Development Manager Dreamlab ketika berbicara di ajang Academy Beautypreneur. Ia berharap para beautypreneur memanfaatkan meningkatnya industri kosmetik nasional.
BERBAGI: Fadhila Shahab, Business and Development Manager Dreamlab ketika berbicara di ajang Academy Beautypreneur. Ia berharap para beautypreneur memanfaatkan meningkatnya industri kosmetik nasional.

RADAR SURABAYA – Industri kosmetik maupun kecantikan Indonesia berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir.

Tak hanya memunculkan pemain-pemain baru, namun perkembangan ini juga melahirkan beautypreneur yang kelak akan menjadi penggawa industri kosmetik maupun kecantikan Indonesia.

Berkomitmen tidak hanya sebagai perusahaan maklon, Dreamlab kembali menghadirkan inovasi dengan meluncurkan Academy Beautypreneur.

Academy Beautypreneur adalah sebuah program edukasi dan pendampingan bisnis bagi calon maupun pemilik brand kosmetik di Indonesia.

“Inisiatif ini menjadikan Dreamlab sebagai maklon kosmetik pertama yang menghadirkan wadah pembelajaran terstruktur bagi para beautypreneur,” kata Fadhila Shahab, Business and Development Manager Dreamlab, rabu (25/2).

Fadhila menjelaskan, kehadiran Dreampreneur Beauty Academy di Jawa Timur memiliki misi besar untuk mencetak beautypreneur visioner dan mandiri.

“Kami tentu tidak hanya menjadi maklon saja, tapi memiliki visi untuk mencetak beautypreneur hebat. Agar bisa mendukung industri kreatif di tanah air yang terus berkembang,” ujar Fadhila di sela-sela acara Dreampreneur Beauty Academy yang baru saja dihelat di Surabaya.

Menurutnya, industri kecantikan Indonesia memiliki potensi luar biasa yang harus didukung dengan edukasi, pendampingan, dan eksekusi strategi yang tepat.

Dengan adanya Academy Beautypreneur, Dreamlab ingin memastikan para pelaku usaha tidak hanya memiliki produk, tetapi juga fondasi bisnis yang kuat untuk bertahan dan bertumbuh di pasar yang kompetitif.

Melalui Academy Beautypreneur, Dreamlab menghadirkan program komprehensif yang membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh tentang industri kosmetik.

Mulai dari pengembangan konsep produk, strategi branding, perencanaan bisnis, hingga kesiapan regulasi seperti perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu, melalui ajang Dreampreneur Beauty Academy, Dreamlab menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi mitra produksi, tetapi juga mitra pertumbuhan bisnis bagi generasi entrepreneur muda Indonesia.

Antusiasme peserta pun terasa dalam setiap sesi pelatihan. Salah satu peserta, Eky, mengungkapkan bahwa program Beauty Academy memberikan banyak wawasan praktis yang dibutuhkan dalam membangun brand kosmetik.

“Ajang Beauty Academy ini membuat kami memperoleh banyak ilmu agar bisa membuat produk yang bertahan lebih lama dan dinikmati pelanggan. Tentunya kami ingin bisa dibimbing agar bisa mengeksekusi rencana bisnis yang sudah ada agar hasilnya lebih baik,” ungkap Eky.

Bimbingan sebagai beautypreneur tentunya mutlak diperlukan oleh calon pebisnis sebagai langkah awal untuk menentukan produk yang diminati pelanggan.

Sehingga antara pabrik maklon dan beautypreneur bisa menjadi sebagai mitra strategis yang tidak hanya memproduksi kosmetik, tetapi juga membangun ekosistem edukasi dan pertumbuhan bagi beautypreneur Indonesia. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
fadhila shahab industri kosmetik academy beautypreneur industri kecantikan dreamlab perusahaan maklon