RADAR SURABAYA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo membidik peningkatan transaksi menggunakan QR Indonesia Standart atau QRIS pada 2030 mendatang.
Targetnya, transaksi harian bisa mencapai 150 miliar transaksi per hari.
Peningkatan jumlah transaksi itu sejalan dengan berkembang pesatnya penggunaan QRIS di masyarakat.
Saat ini, sudah ada puluhan pengguna QRIS di berbagai sektor.
"BI sudah meluncurkan blueprint sistem pembayaran Indonesia 2030, digital transaksi akan reaching 150 billion transaksi per day dari sekarang 47 billion," ungkap Perry dalam Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (23/2).
Sebelumnya, Perry mencatat QR Indonesia Standard (QRIS) berkembang pesat sekitar hampir tujuh tahun berlaku.
Saat ini sistem pembayaran QRIS sudah digunakam 60 juta orang.
Perry mengisahkan, pertama kali meluncurkan QRIS beberapa saat sebelum marak pandemi Covid-19.
Ini menjadi salah satu titik balik meluasnya pembayaran digital di Tanah Air.
"17 Agustus 2019 kita memproklamirkan satu bahasa pelayanan digital pembayaran. Namanya QR Indonesian Standard, namanya QRIS, dibacanya kris, bukan kiyu ris," kata Perry dalam Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (23/2).
QRIS menjadi titik balik karena menyediakan standar baru dan menggabungkan banyaknya metode pembayaran QR dari masing-masing platform sebelumnya.
Melangkah ke 2026, saat ini sudah tercatat 60 juta orang yang menggunakan QRIS.
Bahkan metode ini menjadi semakin familiar di masyarakat. "Sekarang berapa QRIS digunakan? 60 juta pengguna QRIS," ucapnya.
Perkembangan semakin pesat ketika BI menjalin kerja sama pembayaran lintas batas atau QRIS cross border.
Ada banyak negara yang saat ini sudah diakses menggunakan QRIS.
"QRIS sudah digunakan di mana saja Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang sebentar lagi sudah live di China juga Korea Selatan dan kita sedang sambungkan QRIS dengan nusuk di Saudi Arabia dengan India," beber dia.
Keberhasilan ini diklaim sebagai buah dari visi jangka panjang yang tertuang dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) yang diluncurkan sejak Agustus 2019.
Menatap masa depan, BI telah menyiapkan peta jalan baru melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030.
Fokus utama dalam fase ini adalah peningkatan volume transaksi digital harian secara masif.
Saat ini, rata-rata transaksi digital di Indonesia mencapai sekitar 47 juta per hari.
BI optimistis jumlah tersebut akan melonjak hingga tiga kali lipat di akhir dekade ini.
“Sehingga digital transaksi akan mencapai 150 juta transaksi per hari dari sekarang 47 juta. Dan itu kenapa QRIS kemungkinan akan menjadi 150 juta jadinya,” tutur Perry.
Dengan ekspansi domestik yang makin inklusif dan integrasi internasional yang kian luas, BI yakin QRIS akan memperkokoh posisi Indonesia dalam ekosistem pembayaran digital global. (ara/opi)
QRIS Semakin Diminati
*Diluncurkan 17 Agustus 2019
*Rata-rata transaksi digital 47 juta per hari
*Pengguna:
1. Saat ini 60 juta
2. Target 150 juta pengguna di 2030
*Sudah digunakan di:
1. Malaysia
2. Thailand
3. Singapura
4. Jepang
5. Laos
6. Vietnam
7. Brunei Darussalam
8. Filipina
*Siap-siap masuk:
1. China
2. Korea Selatan
3. Saudi Arabia
4. India
Sumber: Diolah
Editor : Nofilawati Anisa