Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kisah Pengusaha Jam Tangan Kayu Sukses Tembus Pasar Global Lewat Pembinaan BRI

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 7 Februari 2026 | 11:37 WIB
Photo
Photo

Jakarta – Berangkat dari kecintaan pada jam tangan dan kepedulian terhadap lingkungan, Ma.ja watch tumbuh menjadi salah satu brand jam tangan kayu dengan identitas budaya Indonesia yang kuat. Di balik brand tersebut, ada sosok Justisia Dewi, wirausaha yang konsisten memadukan desain modern, kriya tradisional, dan nilai keberlanjutan. Perjalanan Ma.ja Watch pun kian terarah setelah bergabung sebagai UMKM binaan Rumah BUMN BRI.

Didirikan pada 2021, Ma.ja Watch lahir dari pandangan bahwa jam tangan bukan sekadar penunjuk waktu, melainkan bagian dari identitas personal. Dari sana, muncul gagasan menghadirkan jam tangan berbahan kayu dan material ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan limbah sumpit, yang tidak hanya fungsional tetapi juga sarat cerita dan nilai budaya.

“Jam tangan bagi saya bukan sekadar penunjuk waktu, tetapi bagian dari identitas pemakainya. Karena itu, Ma.ja Watch dirancang dengan cerita, nilai, dan sentuhan budaya Indonesia,” ujar Justisia Dewi, Founder Ma.ja Watch Indonesia.

Dalam proses pengembangannya, Ma.ja Watch melibatkan pengrajin lokal dari berbagai daerah, khususnya Tangerang Selatan dan Yogyakarta. Sementara itu, manajemen dan pengembangan brand berpusat di Cinere. Saat ini, Ma.ja Watch memiliki lokasi usaha di Ruko Cinere 8, Limo, Depok, serta telah hadir di sejumlah gerai ritel ternama seperti Alun-Alun Grand Indonesia dan Metro Margocity Depok.

Setiap koleksi Ma.ja Watch mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal. Inspirasi tersebut tercermin dalam berbagai seri, mulai dari Srikandi yang terinspirasi dari pewayangan, hingga koleksi bertema alam dan daerah Indonesia seperti Bajo, Arjuna Srikandi, serta Kupu Sayap Renda. Nilai kesabaran, ketelitian, dan keunikan kriya buatan tangan menjadi ruh yang melekat pada setiap produknya.

Di balik capaian tersebut, tantangan tetap hadir. Edukasi pasar menjadi salah satu tantangan utama di awal perjalanan, mengingat jam tangan kayu masih tergolong produk yang belum umum di Indonesia. Selain itu, menjaga konsistensi kualitas produksi kriya juga membutuhkan perhatian khusus.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Ma.ja Watch fokus pada penguatan kualitas produk, storytelling brand, serta kolaborasi berkelanjutan dengan pengrajin lokal. Inovasi desain dan pemanfaatan kanal digital menjadi strategi penting untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan pemahaman konsumen terhadap jam tangan kayu.

Titik balik usaha dirasakan ketika Ma.ja Watch mulai dikenal sebagai brand jam tangan kayu dengan identitas Indonesia yang kuat. Kepercayaan dari berbagai komunitas, institusi, hingga partisipasi dalam ajang pameran turut memperkuat posisi brand. Saat ini, Ma.ja Watch juga bermitra dengan Wonderful Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan brand awareness produk kriya lokal.

Produk Ma.ja Watch kini mencakup jam tangan pria, wanita, hingga kids series, serta produk turunan seperti strap kulit dan aksesori. Desain minimalis dengan koleksi tematik budaya dan alam Indonesia menjadi lini yang paling diminati pasar.

Sejak bergabung dengan Rumah BUMN BRI wilayah Jakarta pada 2023, Ma.ja Watch merasakan dampak signifikan dalam pengembangan usahanya. Berbagai program pelatihan UMKM, pendampingan bisnis, hingga fasilitasi keikutsertaan dalam expo dan pameran menjadi bekal penting dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme usaha.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary, Bank Rakyat Indonesia Dhanny menegaskan komitmen BRI dalam mendorong UMKM agar tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing global.

“BRI melalui Rumah BUMN terus mendorong UMKM untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, dan pendampingan berkelanjutan. Kisah Ma.ja Watch menjadi contoh bagaimana UMKM lokal dengan identitas kuat dapat berkembang dan menembus pasar internasional,” ujarnya.

Dhanny menambahkan, Rumah BUMN BRI hadir sebagai ekosistem pemberdayaan UMKM yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kompetensi, penguatan branding, hingga fasilitasi business matching agar UMKM mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Saat ini, produk Ma.ja Watch telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia dan mulai merambah pasar internasional melalui kanal digital serta pesanan khusus. Brand ini juga tercatat berpartisipasi dalam sejumlah pameran internasional seperti Berlin Design Week, Handarty Korea, Style Bangkok, dan Global Sourcing Expo Australia.

Ke depan, Ma.ja Watch menargetkan ekspansi pasar yang lebih luas, penguatan brand sebagai produk kriya berkelanjutan, serta pengembangan koleksi baru yang terus mengangkat cerita daerah dan budaya Indonesia. Justisia berharap Rumah BUMN BRI dapat terus menjadi mitra strategis bagi UMKM dalam membuka akses pasar dan pendampingan berkelanjutan agar UMKM Indonesia semakin siap bersaing di pasar global.

Editor : M Firman Syah
#BRI #Rumah BUMN #BBRI