Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Praktisi India Neelam Dutta Sharing Pengembangan Usaha Benih Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

Nofilawati Anisa • Kamis, 29 Januari 2026 | 21:33 WIB

BERBAGI: Neelam Dutta, praktisi benih lokal dari Assam, India, membagikan pengalamannya dalam mengembangkan usaha benih lokal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
BERBAGI: Neelam Dutta, praktisi benih lokal dari Assam, India, membagikan pengalamannya dalam mengembangkan usaha benih lokal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.


RADAR SURABAYA - Upaya pelestarian plasma nutfah dan penguatan kemandirian benih lokal terus diperkuat melalui Seminar Benih Lokal untuk Konservasi Plasma Nutfah dan Kemandirian Benih Berbasis Keputusan Menteri Pertanian.

Seminar ini diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Lingkungan Hidup Seloliman (YPLHS) dengan dukungan PanEco Foundation, di PPLH Seloliman, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (29/1).

Seminar ini menjadi forum strategis untuk menegaskan dukungan Pemerintah Indonesia dari aspek regulasi bagi petani dan penangkar benih local.

Sehingga ke depan mereka memiliki kepastian hukum dan acuan teknis dalam memproduksi, mengembangkan, serta mendistribusikan benih lokal yang berkualitas dan berstandar organik.

Direktur YPLHS Suroso mengatakan, benih lokal merupakan fondasi penting bagi ketahanan pangan nasional, keanekaragaman hayati, serta adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim.

Melalui seminar ini, para petani tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap regulasi perbenihan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian sebagai bentuk dukungan nyata negara.

“Melalui seminar ini, petani dan penangkar benih memperoleh penguatan dari sisi regulasi, sehingga ke depan mereka diharapkan mampu memproduksi benih lokal yang memenuhi standar mutu, ramah lingkungan, dan berpotensi dikembangkan menuju standar organik,” ujar Suroso.

Seminar menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertanian, antara lain Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), serta UPT Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur.

Materi yang disampaikan meliputi kebijakan perbenihan tanaman pangan tahun 2026, pelestarian plasma nutfah, serta mekanisme pengawasan dan sertifikasi benih pangan lokal sesuai regulasi yang berlaku.

Selain sesi seminar, kegiatan ini juga dilengkapi dengan kunjungan di wilayah Trawas, Mojokerto, untuk memberikan gambaran praktik nyata pengelolaan dan pengembangan benih lokal berbasis komunitas.

Pada sesi sharing, peserta mendapatkan perspektif internasional melalui pengalaman Neelam Dutta, praktisi benih lokal dari Assam, India, terkait pengembangan usaha benih lokal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Kegiatan ini akan diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota, penyuluh pertanian, petani dan penangkar benih lokal, pemerintah desa, akademisi, peneliti, lembaga swadaya masyarakat, serta komunitas benih.

“Melalui seminar yang didukung PanEco Foundation ini, YPLHS berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, petani, dan komunitas dalam mewujudkan sistem perbenihan nasional yang berkelanjutan, berkeadilan, serta mendukung pengembangan benih lokal berstandar organik sebagai bagian dari kedaulatan pangan Indonesia,” pungkas Suroso. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#benih lokal #ramah lingkungan #tanaman pangan #pplh seloliman #kementerian pertanian #keanekaragaman hayati #india #organik