Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat perannya dalam mendukung program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS). Hingga akhir Desember 2025, BRI telah merealisasikan pembiayaan KPRS sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia sebagai bagian dari komitmen menyediakan akses hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Penyaluran KPRS tersebut mencakup sejumlah skema pembiayaan, antara lain KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp15,74 triliun, KPR Tapera Rp321,23 miliar, KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) Rp94,03 miliar, serta Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) senilai Rp9,06 miliar.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan capaian tersebut mencerminkan konsistensi BRI dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan melalui perluasan akses pembiayaan hunian yang layak dan terjangkau.
“Kami berkomitmen menghadirkan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagai bank-nya rakyat, BRI memandang penyaluran KPRS sebagai bagian dari peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penyaluran KPRS ini merupakan wujud nyata kontribusi BRI dalam mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah,” ujarnya.
Untuk menjawab tingginya permintaan masyarakat terhadap hunian subsidi, pada Agustus 2025 BRI memperoleh peningkatan alokasi pembiayaan KPR FLPP dari 17.700 menjadi 25.000 unit. Alokasi tersebut kembali ditingkatkan menjadi 32.000 unit, dan pada Desember 2025 bertambah menjadi 33.000 unit. Pada 2026, BRI memperoleh kuota pembiayaan KPR FLPP sebanyak 36.261 unit.
Peningkatan alokasi tersebut memperkuat peran BRI dalam mendukung pencapaian Program Tiga Juta Rumah sekaligus memperluas ketersediaan hunian yang terjangkau dan layak bagi masyarakat. Penyaluran KPRS juga sejalan dengan dukungan BRI terhadap Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam pengembangan infrastruktur dan pemerataan ekonomi.
Melalui pembiayaan perumahan, BRI tidak hanya membuka akses kepemilikan rumah bagi MBR, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi di berbagai wilayah. Dampaknya menjalar ke sektor konstruksi, industri bahan bangunan, jasa, logistik, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan perumahan.
“ Kami memandang penyaluran KPRS sebagai bagian dari kontribusi BRI dalam mendukung pembangunan nasional. Pembiayaan perumahan tidak hanya memberikan akses terhadap kepemilikan rumah, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi aktivitas ekonomi, termasuk mendorong sektor UMKM di sekitarnya. BRI akan terus memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak keluarga Indonesia dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau,” pungkasnya.
Editor : M Firman Syah