Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Rumah BUMN BRI Perkuat UMKM Wastra Lewat Inovasi Busana Kerja

Muhammad Firman Syah • Jumat, 16 Januari 2026 | 10:14 WIB
Photo
Photo

Jakarta – Batik kian menemukan ruang baru dalam dunia kerja modern. Tak lagi sekadar busana tradisional, batik kini tampil sebagai office wear yang mampu memadukan nilai budaya dengan karakter profesional. Ragam motif dan potongan yang adaptif membuatnya relevan dikenakan di lingkungan kantor, sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap warisan lokal yang terus hidup mengikuti zaman.

Semangat inilah yang terus dijaga Kain Indonesia by Shifara. Merek lokal ini konsisten menghadirkan batik dalam bentuk busana siap pakai yang dirancang khusus untuk kebutuhan kerja. Mengusung konsep from office to hangout, koleksi yang dihadirkan memungkinkan perempuan tetap tampil rapi dan elegan di kantor, namun tetap nyaman dan fleksibel untuk aktivitas selepas jam kerja. Segmen perempuan dipilih sebagai target utama, seiring meningkatnya peran perempuan dalam dunia profesional.

Sinta Paramitha, pendiri Kain Indonesia by Shifara, tumbuh di lingkungan Pekalongan yang lekat dengan tradisi batik. Kedekatan itu diperkuat melalui perjalanan bersama orang tuanya ke berbagai daerah, yang membuka wawasannya tentang kekayaan wastra Nusantara. Dari pengalaman tersebut, tumbuh keinginan untuk ikut berkontribusi menjaga dan mengembangkan kain-kain tradisional Indonesia.

Tekad itu semakin kuat ketika Sinta melihat tantangan yang dihadapi industri batik nasional. Penurunan ekspor sejak 2012, berkurangnya jumlah pengrajin secara signifikan selama pandemi, hingga potensi klaim budaya dari negara lain, menjadi alarm pentingnya regenerasi dan inovasi dalam wastra Nusantara. Kain Indonesia by Shifara pun lahir sebagai upaya menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan desain yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Dalam setiap koleksinya, Shifara mengeksplorasi wastra dari berbagai daerah, mulai dari Endek Bali, Jumputan Palembang, Jumputan Jogja, hingga Batik Pekalongan. Pemilihan material dilakukan secara cermat agar nyaman digunakan sehari-hari. Desainnya dibuat inklusif, dapat dikenakan oleh perempuan dengan beragam ukuran, serta memudahkan kebutuhan seragam institusi tanpa meninggalkan unsur estetika dan tren.

Perjalanan bisnis Kain Indonesia by Shifara semakin berkembang setelah bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta. Melalui proses seleksi, Sinta memperoleh pendampingan intensif yang mencakup pelatihan pemasaran digital, strategi bisnis, operasional, hingga pengelolaan keuangan. Pendampingan ini tidak berhenti pada sesi pelatihan, tetapi berlanjut melalui akses konsultasi dengan para coach yang membantu menjawab berbagai tantangan usaha secara praktis.

Usai mengikuti program pembinaan, Kain Indonesia by Shifara turut dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang difasilitasi BRI, mulai dari bazar hingga program inkubasi UMKM. Berbagai kesempatan tersebut membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan eksposur merek di tingkat nasional.

Dukungan yang diberikan dinilai berdampak langsung pada pengembangan usaha. Ilmu yang diperoleh dapat segera diaplikasikan, sementara partisipasi dalam pameran membantu memperkenalkan produk kepada segmen pasar yang lebih beragam serta meningkatkan kesadaran merek.

Di sisi lain, kehadiran Kain Indonesia by Shifara juga memberi dampak sosial. Seluruh rantai produksi, mulai dari penjahit hingga tim pengemasan, melibatkan perempuan dari berbagai usia dan latar belakang. Bagi Sinta, pemberdayaan perempuan menjadi bagian tak terpisahkan dari misinya, sejalan dengan keyakinannya bahwa perempuan Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga dan memperkenalkan batik ke tingkat global.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa Rumah BUMN hadir sebagai ruang kolaboratif bagi pelaku usaha untuk memperoleh pembinaan, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas bisnis agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Program pembinaan UMKM tersebut merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Hingga kini, BRI telah membina puluhan Rumah BUMN dan menyelenggarakan puluhan ribu pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah. Tidak sedikit pelaku usaha yang awalnya hanya memasarkan produk di pasar lokal, kini mampu memanfaatkan kanal digital hingga menembus pasar ekspor. Hal ini menunjukkan bahwa pendampingan berkelanjutan dan akses terhadap ekosistem yang tepat mampu meningkatkan daya saing sekaligus kualitas hidup masyarakat.

Editor : M Firman Syah
#BRI #Batik #umkm #kain indonesia #BBRI