Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tol Laut 2026 Dimulai dari Surabaya, Harga Barang di Wilayah 3T Turun hingga 40 Persen

Rahmat Sudrajat • Minggu, 11 Januari 2026 | 18:59 WIB
Kapal KM Logistik Nusantara 3 yang akan diberangkatkan dari Kade Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak.
Kapal KM Logistik Nusantara 3 yang akan diberangkatkan dari Kade Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak.

RADAR SURABAYA — Program Tol Laut 2026 resmi dimulai dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, setelah PT Pelni melepas pelayaran perdana KM Logistik Nusantara 3 menuju rute baru Wanci dan Namrole.

Kehadiran jalur logistik ini diproyeksikan mampu menekan harga barang di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) hingga 40 persen.

Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, menegaskan bahwa Tol Laut tidak hanya berfungsi sebagai jalur distribusi, tetapi juga instrumen penting pemerataan ekonomi nasional.

“Program Tol Laut membantu menurunkan disparitas harga di wilayah 3T hingga 20–40 persen. Ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Tri, Minggu (11/1).

Distribusi Bapokting Lebih Merata

Pada pelayaran perdananya, KM Logistik Nusantara 3 mengangkut 78 TEUs dari kapasitas maksimal 110 TEUs.

Muatan tersebut terdiri atas 74 TEUs muatan kering dan 4 TEUs muatan beku, didominasi barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) seperti beras, minyak goreng, air mineral, dan ayam beku.

Tri menjelaskan bahwa keberangkatan ini juga menjadi evaluasi awal untuk melihat kebutuhan pasar serta potensi muatan balik dari daerah tujuan.

 “Pelayaran perdana ini menjadi tolok ukur permintaan masyarakat dan kesiapan jalur distribusi baru, termasuk potensi angkutan balik,” katanya.

Target Logistik 2026 Lebih Tinggi

Pelni telah mengelola program Tol Laut sejak 2015. Pada 2025, total produksi peti kemas mencapai 13.142 TEUs, meningkat 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, 9.103 TEUs merupakan muatan berangkat yang didominasi bapokting, sedangkan 4.039 TEUs muatan balik berupa komoditas daerah seperti ikan, kopra, dan rumput laut.

Untuk 2026, Pelni menargetkan volume muatan minimal setara atau lebih tinggi dari capaian tersebut.

Pada tahun ini, KM Logistik Nusantara 3 ditugaskan melayani Trayek T-9 dengan rute Tanjung Perak–Wanci–Namrole–Tanjung Perak, sebagai penyesuaian dari trayek sebelumnya guna mengoptimalkan kebutuhan distribusi logistik daerah.

Baca Juga: Cegah Kecelakaan, Cek Perahu Tambang di Desa Tanjungsari Taman Sidoarjo

Surabaya Jadi Hub Logistik Nasional

Kepala Cabang Pelni Surabaya Roni Abdullah menegaskan peran strategis Surabaya dalam menopang sistem logistik nasional.

“Sepanjang 2025, total muatan Tol Laut dari Surabaya mencapai 5.697 TEUs atau 43 persen dari total muatan nasional. Ini menegaskan posisi Surabaya sebagai hub logistik utama,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa Pelni pada 2026 mengoperasikan empat trayek Tol Laut dari Surabaya dan total mengelola delapan trayek nasional, hampir 20 persen dari seluruh trayek Tol Laut Indonesia.

Dorong Ekonomi Daerah 3T

Selain menekan harga barang, Tol Laut diharapkan mampu memunculkan pusat-pusat ekonomi baru di wilayah 3T.

Meski masih terdapat tantangan terkait infrastruktur pelabuhan dan ketersediaan depo, Pelni optimistis distribusi logistik nasional akan semakin seimbang dan berkelanjutan.

“Kami mengajak pemerintah daerah untuk meningkatkan muatan balik melalui optimalisasi komoditas unggulan daerah agar sistem logistik berjalan lebih efisien,” tegas Tri.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#surabaya #tol laut #pelni #KM Logistik Nusantara 3