Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Rumah BUMN BRI Jadi Motor Transformasi UMKM Tas Tenun La Suntu Tastio Tembus Pasar Global

Muhammad Firman Syah • Minggu, 28 Desember 2025 | 17:16 WIB
Rumah BUMN BRI membawa La Suntu Tastio naik kelas secara lebih profesional.
Rumah BUMN BRI membawa La Suntu Tastio naik kelas secara lebih profesional.

Jakarta — terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan terstruktur, salah satunya melalui Rumah BUMN yang berfungsi sebagai pusat pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas usaha di berbagai daerah.

Salah satu UMKM yang merasakan dampak nyata dari program tersebut adalah La Suntu Tastio. Berdiri sejak 2010 di Depok, Jawa Barat, La Suntu Tastio mengembangkan usaha pembuatan tas berbahan tenun, kulit, dan batik dengan mengandalkan bahan baku dari para pengrajin lokal. Produk-produk tersebut dipasarkan secara daring maupun luring ke berbagai wilayah di Indonesia, serta aktif mengikuti bazar dan pameran berskala nasional.

Pada fase awal pengembangan usaha, La Suntu Tastio menghadapi tantangan dalam membangun kepercayaan pasar terhadap kain tradisional sebagai material utama tas yang modern dan berkualitas. Melalui inovasi desain serta konsistensi dalam menjaga mutu produk, La Suntu Tastio perlahan mampu menjangkau berbagai segmen konsumen, termasuk pelanggan institusional.

Pemilik La Suntu Tastio, Indari, menuturkan bahwa keikutsertaannya sebagai UMKM binaan Rumah BUMN Jakarta menjadi titik balik penting dalam perjalanan bisnisnya. Pendampingan yang diberikan tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga pada penguatan strategi usaha secara menyeluruh.

“Saya bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta binaan BRI karena ingin membawa La Suntu Tastio naik kelas secara lebih profesional. Sebagai UMKM yang sudah berjalan cukup lama, saya merasa perlu pendampingan yang tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga strategi usaha. Perubahan yang paling terasa adalah cara pandang saya dalam mengelola bisnis menjadi lebih terarah, lebih percaya diri, dan lebih siap untuk memperluas pasar,” ujar Indari.

Selama menjadi UMKM binaan, La Suntu Tastio memperoleh berbagai fasilitas pemberdayaan, mulai dari pelatihan usaha, pendampingan pengembangan produk dan branding, hingga proses kurasi serta kesempatan mengikuti bazar dan pameran. Selain itu, pemanfaatan layanan digital BRI turut mendukung efisiensi operasional usaha.

“Dalam kegiatan operasional sehari-hari, saya menggunakan layanan BRImo dan QRIS BRI yang sangat membantu mempermudah transaksi, terutama saat mengikuti bazar dan penjualan langsung. Layanan digital BRI membuat pengelolaan keuangan usaha menjadi lebih praktis dan efisien,” ungkapnya.

Seiring perkembangan usaha, La Suntu Tastio kini telah mempekerjakan sepuluh tenaga kerja dan terus memperluas jangkauan pemasaran secara nasional. Keunggulan produknya tidak hanya terletak pada desain dan fungsi, tetapi juga pada nilai budaya yang melekat pada setiap helai tenun yang digunakan.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa keberhasilan La Suntu Tastio mencerminkan efektivitas program pemberdayaan UMKM yang dijalankan BRI secara konsisten dan berbasis kebutuhan pelaku usaha.

“La Suntu Tastio merupakan contoh konkret bagaimana UMKM dapat mengalami transformasi nyata ketika mendapatkan akses pemberdayaan yang relevan, termasuk pemanfaatan layanan digital BRI yang mendukung operasional usaha secara efektif. Rumah BUMN tidak hanya menjadi ruang pelatihan, tetapi juga simpul pemberdayaan jangka panjang untuk mencetak UMKM yang tangguh dan berdaya saing. Ke depan, BRI akan terus memperkuat infrastruktur pemberdayaan ini agar semakin banyak UMKM di seluruh Indonesia dapat naik kelas secara berkelanjutan,” pungkas Akhmad.

Editor : M Firman Syah
#BRI #tenun #umkm #Rumah BUMN #BRI Peduli #BBRI