Jakarta - Di balik setiap bisnis yang tumbuh dan jutaan pesanan yang tercipta hari ini, selalu ada satu keputusan besar: keberanian untuk memulai. Merintis usaha di usia muda, menghadapi keterbatasan modal, ruang kerja yang sederhana, serta berbagai tantangan, membutuhkan komitmen dan daya tahan yang tidak mudah.
Untuk menemani dan mendorong pertumbuhan para penjual muda, Shopee menghadirkan wadah sekaligus sorotan bagi generasi muda Indonesia dengan potensi luar biasa melalui program Sukses Berkarya Sebelum 30. Program ini merangkum perjalanan anak muda yang berani membuka peluang, berkarya, dan memberi dampak sebelum usia 30 tahun bersama Shopee.
Selama satu tahun terakhir, puluhan pengusaha muda dari berbagai kategori telah disorot melalui artikel dan video khusus Sukses Berkarya Sebelum 30 yang ditayangkan di YouTube Shopee Indonesia. Kisah-kisah tersebut datang dari beragam sektor, mulai dari fashion, kecantikan, home & living, kuliner, hingga kerajinan lokal, yang mencerminkan wajah baru UMKM Indonesia di era digital.
Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja, mengatakan bahwa pihaknya melihat semakin banyak anak muda yang tampil sebagai penggerak baru ekonomi digital. Mereka tidak hanya menciptakan produk berkualitas, tetapi juga membuka lapangan kerja, menghadirkan peluang baru, serta menumbuhkan harapan bagi lingkungan sekitarnya. Shopee pun berkomitmen menjadi rumah sekaligus mitra dalam perjalanan bisnis mereka. Melalui penayangan video Sukses Berkarya Sebelum 30, Shopee memberikan apresiasi sekaligus mengajak lebih banyak anak muda untuk berani mewujudkan mimpi dan memanfaatkan peluang yang ada.
Cerita di balik perjuangan para pengusaha muda ini menunjukkan bahwa memulai bisnis di usia 20-an bukanlah perjalanan yang mudah. Dengan latar belakang yang beragam, mereka melangkah dari titik awal penuh tantangan, melalui proses coba-coba, pencarian strategi, hingga menemukan solusi agar bisnis tetap bertahan dan berkembang. Kisah-kisah tersebut terangkum dalam video berdurasi 2 menit 30 detik yang menampilkan perjalanan para UMKM muda di Shopee.
Salah satunya adalah David, pendiri Hairum, brand perawatan rambut lokal yang lahir dari filosofi sederhana bahwa merawat diri dimulai dari rambut. Pada 2022, di usia 22 tahun, ia memulai bisnis bersama saudara dan lima sahabatnya tanpa investor maupun tim besar. Perjalanan bisnisnya tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari kesalahan pengiriman hingga kelelahan mental. Titik balik hadir ketika semakin banyak pelanggan menemukan Hairum melalui Shopee, tidak hanya membeli produk, tetapi juga berbagi cerita dan testimoni yang membangun kepercayaan.
Kisah lain datang dari Sambal Nagih, usaha kuliner milik Anita Hartati yang berangkat dari keyakinan bahwa sambal bukan sekadar rasa pedas, melainkan juga rasa rumah dan identitas budaya. Tantangan dalam produksi, pemasaran, hingga persaingan pasar kuliner menjadi bagian dari perjalanannya. Bergabung dengan Shopee membuka akses pasar yang lebih luas, memungkinkan Sambal Nagih menghadirkan cita rasa “rumah” ke berbagai kota di Indonesia.
Sementara itu, Intresse yang didirikan oleh Susanne Melvina membawa misi menjaga warisan budaya melalui tenun. Di tengah tren fashion modern dan kekhawatiran akan lunturnya minat generasi muda terhadap kain tradisional, Intresse justru menemukan ruang baru bersama Shopee untuk mendekatkan produk tenun kepada pasar yang lebih luas. Kini, produk Intresse telah menjangkau pelanggan dari Aceh hingga Papua.
Dari sektor fesyen aksesori, Priyanto Utomo atau Tommy, pendiri Demodas, memulai bisnis kacamata dengan keyakinan bahwa kacamata tidak hanya berfungsi membantu penglihatan, tetapi juga menunjang kepercayaan diri. Tantangan menjual kacamata secara daring dijawab dengan memanfaatkan fitur Shopee Live, yang memungkinkan interaksi langsung, edukasi produk, dan membangun kepercayaan konsumen.
Sementara itu, Bukipet yang dirintis Asep Ruswandi di usia 25 tahun, tumbuh dari kecintaan terhadap hewan peliharaan. Dengan produk pakaian, mainan, dan perawatan hewan, Bukipet memanfaatkan Shopee sebagai ruang untuk mempertemukan produk dengan komunitas pecinta hewan, mempercepat interaksi, dan membangun loyalitas pelanggan.
Keberhasilan para penjual muda ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital. Berbagai fitur dan kampanye Shopee seperti Shopee Live, Shopee Video, dan Shopee Affiliate dimanfaatkan untuk menjangkau audiens lebih luas serta menciptakan pengalaman belanja yang interaktif dan personal.
Hasilnya, Hairum mencatat lebih dari 80 persen penjualan berasal dari Shopee, Demodas mengalami kenaikan omzet hampir 100 persen sepanjang 2024–2025, sementara Bukipet mencatat lonjakan pesanan hingga enam kali lipat pada kampanye 12.12 Birthday Sale 2024. Sambal Nagih berhasil meningkatkan pesanan hingga tiga kali lipat saat Big Ramadan Sale 2025, dan Intresse mencatat peningkatan penjualan lewat Shopee Live hingga empat kali lipat pada periode yang sama.
Setiap bulan, jutaan pesanan dari UMKM muda terhubung melalui Shopee. Di balik angka tersebut, tercipta lapangan kerja baru, keluarga yang terbantu, serta mimpi-mimpi yang terus tumbuh. Kisah lengkap Sukses Berkarya Sebelum 30 dapat disaksikan melalui YouTube Shopee Indonesia.
Melalui Shopee, pelaku usaha muda dapat terhubung langsung dengan pelanggan, membangun kepercayaan, dan memperluas pasar tanpa batas geografis. Karya mereka kini tidak hanya diterima di dalam negeri, tetapi juga mulai menembus pasar internasional.
Editor : M Firman Syah