Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BRI Dukung Pengembangan Batik Siger sebagai Ikon Budaya Lampung

Muhammad Firman Syah • Senin, 1 Desember 2025 | 05:39 WIB
Photo
Photo

Lampung – Di sebuah rumah batik di sudut Kota Bandar Lampung, tangan-tangan kreatif para pengrajin tampak sibuk memainkan canting di atas selembar kain. Di tengah aktivitas itu, Laila Al Khusna hadir sebagai sosok perempuan berdaya yang menjaga denyut budaya Lampung. Ia merupakan pendiri Batik Siger, yang lebih dari satu dekade menautkan semangat pemberdayaan dan pelestarian budaya lewat batik khas Lampung.

Tumbuh dari keluarga pengusaha batik, kecintaan Laila pada wastra nusantara semakin menguat ketika UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia pada 2009. Momentum itu juga beriringan dengan dorongan pemerintah daerah agar setiap provinsi memiliki batik khas yang dijadikan pakaian wajib ASN dan BUMN.

“Saya melihat peluang itu. Tapi saat itu, tidak ada pembatik di Lampung karena mayoritas berasal dari Jawa,” ujarnya.

Berbekal ilmu yang diwariskan orang tuanya, Laila mendirikan Lembaga Kursus dan Pelatihan Batik Siger pada 2008. Dari tempat itulah Batik Siger lahir dan bertumbuh menjadi ikon budaya Lampung. Ia ingin batik Lampung dibuat oleh tangan masyarakat Lampung sendiri.

Laila mengakui perjalanan awal penuh tantangan. Ia sempat kesulitan mencari peserta meski telah mendatangi RT, kelurahan, hingga kelompok arisan, namun belum ada yang berminat.

"Motivasi utama saya adalah agar ilmu orang tua bermanfaat bagi masyarakat, terutama di Lampung, dan dapat mengangkat martabat daerah,” katanya.

Seiring waktu, banyak alumninya berhasil mendirikan usaha batik sendiri. Baginya, keberhasilan itu menjadi bukti bahwa Batik Siger bukan hanya melahirkan perajin, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Saat ini, sekitar 80 persen penjualan masih berasal dari Lampung, sementara sisanya menjangkau berbagai daerah melalui e-commerce.

Selain fokus pada pemberdayaan, Batik Siger juga menerapkan konsep ramah lingkungan. Laila berupaya memaksimalkan zero waste dengan mengolah sisa kain menjadi produk baru. Sekitar 70 persen produksi telah menggunakan pewarna alami. Untuk pewarna sintetis, pihaknya menerapkan sistem penyaringan limbah agar air buangan tetap netral. Komitmen ini menghantarkan Batik Siger meraih penghargaan Upakarti pada 2014.

Pengembangan Batik Siger, kata Laila, tidak dapat dilepaskan dari dukungan Program Rumah BUMN BRI. Ia mengenal program tersebut berkat imbauan pemerintah daerah agar UMKM mengikuti pembinaan demi meningkatkan kapasitas usaha.

“Jadi saya mulai aktif di Rumah BUMN BRI ini memang sejak lama, mungkin sekitar tahun 2011 atau 2012. Saya juga bergabung menjadi UMKM binaan BRI. Waktu itu kami diarahkan untuk mengisi produk di bandara. Lalu bergabung di grup WhatsApp juga untuk berbagi ilmu,” ungkapnya.

Baca Juga: IMIPAS Beri Penghargaan kepada BRI atas Inovasi dan Dukungan Digitalisasi Layanan

Sejak itu, banyak manfaat ia rasakan. Melalui Rumah BUMN BRI, Laila mendapat pembekalan manajemen usaha, strategi pemasaran, digital marketing, hingga cara memanfaatkan e-commerce. Ketika terkendala permodalan, ia juga diajarkan prosedur pengajuan kredit berikut risiko positif dan negatifnya.

Ia menilai Program Rumah BUMN BRI sangat membantu pengembangan UMKM. Seluruh ilmu yang diterimanya terus diterapkan di perusahaannya hingga hari ini.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa BRI berkomitmen mendampingi UMKM agar naik kelas melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk Rumah BUMN BRI. BRI tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga pembinaan, pendampingan bisnis, penguatan jejaring pasar, hingga membuka peluang go global.

“Strategi ini sejalan dengan upaya BRI untuk memperkuat ekosistem UMKM di Indonesia. Dengan kombinasi literasi, digitalisasi, dan fasilitasi akses, UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai tambah di pasar,” tegasnya.

Editor : M Firman Syah
#BRI #Batik #umkm #usaha #BBRI