Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ciptakan Nilai Tambah dari Limbah Kayu, UMKM Kerajinan Lokal Cianjur Ini Raih Peluang di Pasar Internasional Berkat Pemberdayaan BRI

Muhammad Firman Syah • Rabu, 26 November 2025 | 02:21 WIB
Photo
Photo

Cianjur — Upaya menghadirkan inovasi ramah lingkungan membuka peluang baru bagi pemanfaatan limbah kayu menjadi produk bernilai tinggi. Di Cianjur, Jawa Barat, Faber Instrument menjadi salah satu pelaku usaha yang berhasil mengolah limbah kayu jati menjadi produk audio berkarakter, sekaligus memperkenalkan kearifan lokal Indonesia ke pasar dunia. Melalui pendampingan berkelanjutan dan dukungan BRI, UMKM ini kian percaya diri memperluas jangkauan hingga pasar internasional.

Helmi, pendiri Faber Instrument, menuturkan usaha ini lahir dari banyaknya limbah kayu jati yang tak termanfaatkan di sekitarnya. Limbah itu kemudian diolah menjadi produk audio dengan karakter suara hangat, berpadu dengan nilai seni khas material alami.

“Selain berorientasi pada kualitas suara, kami ingin menciptakan produk yang membawa pesan keberlanjutan dan kearifan lokal Indonesia. Saat ini basis produksi dan workshop kami berada di Cianjur, Jawa Barat, Gallery dan kegiatan pemasaran di Gedung STP-IPB Bogor dan pengembangan bisnis kami terhubung dengan mitra di beberapa kota besar seperti Bandung dan Jakarta,” ujarnya.

Penguatan usaha Faber juga ditopang oleh model kerja yang melibatkan banyak tenaga lokal. Helmi menyebut pengrajin kayu dan ibu-ibu rumah tangga turut terlibat dalam proses produksi, mulai dari pembuatan bodi kayu, finishing, hingga pengemasan.

“Prinsip kami adalah tumbuh bersama masyarakat. Saat ini, tim inti kami berjumlah 12 orang, sementara tenaga pengrajin dan mitra lokal mencapai lebih dari 30 orang,” tegas Helmi.

Keunikan produk Faber menjadi daya tarik tersendiri. Semua speaker dibuat secara handcrafted menggunakan kayu jati pilihan, menghadirkan kualitas suara natural khas material alami. Reputasi tersebut mengantarkan Faber dipercaya sebagai souvenir resmi G20 dan Mandalika Official Merchandise, sekaligus mendorong permintaan yang terus meningkat.

Kini, jangkauan pemasaran Faber semakin luas. Di dalam negeri, produknya telah hadir di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar. Untuk pasar global, Faber sukses menembus Korea Selatan dan mulai menjajaki minat potential buyer dari berbagai negara di Asia dan Eropa. Seiring bertumbuhnya permintaan, kapasitas produksi juga meningkat. Faber kini mampu menghasilkan 100–200 unit per bulan, dengan total penjualan 945 unit dan omzet sekitar Rp1,5 miliar sepanjang 2024.

Perjalanan naik kelas Faber semakin kuat sejak bergabung dalam ekosistem BRI melalui program Brilianpreneur yang kini bernama BRI UMKM EXPO(RT). Program tersebut memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari penguatan manajemen, kurasi produk, hingga akses pameran nasional dan internasional.

“Selain itu, kami mendapatkan dukungan pembiayaan Rekening Koran (RK), atau kredit modal kerja dari BRI yang kami gunakan untuk pengembangan produksi, pembelian bahan baku, dan peningkatan kapasitas,” kata Helmi.

Ia mengakui dukungan BRI sangat membantu dalam memperluas peluang ekspor. Pendampingan mencakup berbagai aspek, dari manajemen usaha, perluasan jaringan pasar, akses pembiayaan, hingga kesempatan tampil dalam berbagai ajang berskala besar.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan Faber Instrument menjadi contoh bagaimana inovasi dan keberlanjutan dapat mendorong UMKM lokal berkembang lebih cepat. “Melalui beragam dukungan program pemberdayaan UMKM, BRI akan terus membantu pelaku usaha lokal naik kelas dan memperkuat posisi di pasar domestik sekaligus memperluas ekspansi di kancah global,” tutup Dhanny.

Editor : M Firman Syah
#BRI #pemberdayaan umkm #BBRI