Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sinergi Inovasi dan Tradisi, BRI Antarkan UMKM Erildya Cemilan Family Naik Kelas

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 8 November 2025 | 16:38 WIB
Photo
Photo

Jakarta – Berawal dari hobi keluarga yang gemar menikmati camilan, Erildya Cemilan Family kini tumbuh menjadi salah satu usaha mikro yang berhasil memanfaatkan peluang di masa pandemi. Berdiri pada 2020, usaha rumahan ini menjadi contoh bagaimana kreativitas yang sederhana dapat berkembang menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan ketika didampingi dengan pembinaan yang tepat.

“Karena semua di rumah memang hobi ngemil, dan saat pandemi kondisi ekonomi keluarga menurun, kami mencari cara untuk tetap bertahan. Dari situ muncul ide untuk membuat camilan tradisional dengan sentuhan modern,” cerita pemilik Erildya Cemilan Family.

Mereka kemudian menghadirkan berbagai produk seperti keripik tempe umpet, kacang kriwil, dan sebring kriukk. Ciri khas bentuk camilan yang unik, tekstur renyah, serta varian rasa yang mengikuti selera kekinian, membuat produk-produk ini diterima dengan baik oleh berbagai kalangan.

Meski demikian, perjalanan membangun usaha tidak selalu mudah. Di awal berdiri, pemasaran masih terbatas dan hanya mengandalkan penjualan dari mulut ke mulut. Perubahan besar terjadi setelah pemilik Erildya Cemilan Family mengikuti program pemberdayaan di Rumah BUMN BRI Jakarta pada 2022. Ia mengikuti pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha dan transformasi digital.

“Saya mendaftar lewat website Rumah BUMN Jakarta, kemudian ikut pelatihannya. Kebetulan saya memang sudah lama menjadi nasabah BRI, sejak Tabungan Tabanas sampai sekarang menggunakan Britama,” tuturnya.

Kesempatan berkembang semakin terbuka ketika ia terpilih dalam program BRIncubator Lokal 2025. Pelatihan tersebut membantu meningkatkan kemampuan dalam membangun identitas merek, memasarkan produk melalui platform digital, dan mengelola penjualan secara lebih profesional.

Hasilnya mulai terlihat. Saat ini, Erildya Cemilan Family mencatat omzet rata-rata Rp7–10 juta per bulan dan terus mengalami pertumbuhan permintaan. Selain menambah pemasukan keluarga, usaha ini juga mulai memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar. “Ke depan kami ingin mengembangkan usaha menjadi skala home industry dan bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, memberikan apresiasi atas ketekunan dan semangat pelaku UMKM seperti Erildya Cemilan Family. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendampingan menyeluruh dapat melahirkan pelaku usaha yang tangguh dan adaptif.

“Kisah seperti Erildya Cemilan Family menunjukkan bagaimana semangat berusaha, jika dipadukan dengan pembinaan yang tepat, mampu melahirkan pelaku UMKM yang naik kelas. BRI berkomitmen untuk terus mendampingi mereka melalui program pemberdayaan seperti BRIncubator dan Rumah BUMN,” ujar Dhanny.

Ia menegaskan bahwa dukungan BRI kepada UMKM tidak hanya dalam bentuk pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas agar pelaku usaha mampu beradaptasi di era digital. “Kami ingin memastikan UMKM binaan BRI dapat memanfaatkan teknologi, berkembang, dan ikut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya.

 

Editor : M Firman Syah
#BRI #keripik tempe #umkm #Naik Kelas #BBRI