Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Berawal Dari Kegagalan, UMKM Tekstil Ramah Lingkungan Asal Bekasi Terus Berkembang Bersama BRI

Muhammad Firman Syah • Jumat, 7 November 2025 | 21:23 WIB
Photo
Photo

Bekasi – Tren busana ramah lingkungan kian mendapat tempat di tengah masyarakat. Di Bekasi, Qaniacraft Ecoprint menjadi salah satu pelaku UMKM yang konsisten menghadirkan karya tekstil berbahan alami. Usaha yang dirintis Aminah Tri Astuti ini berlokasi di Kranggan Permai, dengan fokus pada teknik pewarnaan dari dedaunan dan tanaman yang diolah secara manual.

Ide awal Qaniacraft muncul di momen sederhana. Saat membantu anaknya mengerjakan tugas sekolah, Aminah menemukan teknik ecoprint melalui internet. Percobaan pertamanya tidak berhasil, namun kegagalan itu justru memicu rasa penasaran. Ia memanfaatkan masa pandemi untuk belajar lebih dalam melalui workshop daring dan komunitas pengrajin.

Kini Qaniacraft memproduksi beragam busana seperti pashmina, outer, vest, hingga busana kasual modern. Proses pengerjaannya dilakukan secara manual, mulai dari pembersihan kain, tahap mordan, hingga teknik pounding atau steam. Waktu produksinya tidak singkat, bisa mencapai dua hingga tiga minggu, namun hasil motif yang dihasilkan bersifat unik dan tidak ada yang sama.

Berbekal pengalaman sebelumnya dalam pengembangan butik, Aminah mulai menata Qaniacraft sebagai usaha yang lebih terarah. Ia juga membentuk komunitas Bekasi Ecoprint Club yang kini beranggotakan 13 brand lokal. Komunitas ini menjadi ruang berbagi pengetahuan, kolaborasi pameran, hingga peragaan busana bersama.

“Lewat komunitas ini, kami sama-sama belajar. Ada yang berbagi teknik baru, ada yang membuka peluang pemasaran. Rasanya seperti tumbuh bersama,” ujarnya.

Pada pertengahan 2025, Aminah bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta dan mengikuti program pelatihan BRIncubator. Selama tiga bulan, ia mempelajari strategi pemasaran, pengembangan produk, dan manajemen bisnis digital.

“Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan. Mulai dari cara mengenali target pasar, membangun branding, sampai menyusun strategi promosi. Program ini sangat membantu kami untuk lebih siap menghadapi pasar yang lebih luas,” katanya.

Aminah mengaku pendampingan yang diterimanya memberi dampak nyata bagi perkembangan usaha. Ia berharap kegiatan pembinaan dapat berjalan konsisten agar semakin banyak UMKM yang merasakan manfaatnya.

Terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa BRIncubator merupakan program pelatihan dan pendampingan terarah bagi pelaku UMKM binaan Rumah BUMN yang telah melalui proses kurasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha sehingga mampu bersaing hingga pasar ekspor.

Hingga saat ini, Rumah BUMN BRI telah berjumlah 54 titik di berbagai wilayah dengan lebih dari 17 ribu pelatihan yang telah diselenggarakan. Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan akses pendampingan usaha, pelaku UMKM didorong untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing di pasar.

Editor : M Firman Syah
#Ekonomi Kreatif #BRI #umkm #craft #BBRI