Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemerintah Tindak 31 Ribu Rekening Terlibat Judi Online, Komdigi Tegaskan Sinergi Antar Lembaga

Muhammad Firman Syah • Senin, 3 November 2025 | 16:12 WIB
Ilustrasi judi online, pemerintah tindak 31 ribu rekening terindikasi judol.
Ilustrasi judi online, pemerintah tindak 31 ribu rekening terindikasi judol.

Surabaya — Pemerintah terus memperketat penindakan terhadap praktik judi online (judol) yang masih marak di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan telah menemukan lebih dari 31 ribu rekening yang terindikasi terlibat dalam aktivitas judi online. Temuan tersebut telah diteruskan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk proses pemblokiran serta penegakan hukum lebih lanjut.

Menteri Komdigi Meutya menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam pemberantasan praktik ilegal ini. “Kami sudah melakukan takedown lebih dari tiga juta konten, sebagian besar terkait judi online. Selain itu, kami juga melaporkan lebih dari 31 ribu rekening yang terindikasi ke OJK, dan sejauh ini ditindaklanjuti dengan baik,” ujar Meutya dalam keterangan pers, Kamis (30/10).

Menurutnya, tindakan pemblokiran akun dan rekening perlu dijalankan secara terpadu antara pemerintah dan sektor perbankan agar penindakan berlangsung efektif.

“Kalau kami hanya melakukan takedown tanpa diblokir oleh pihak perbankan, pekerjaan kami seperti menyapu ruang yang kotor, besok kotor lagi, disapu lagi, dan begitu seterusnya,” tambahnya.

Komdigi menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga keuangan, aparat penegak hukum, dan kementerian terkait untuk benar-benar memutus aliran dana hasil judi online. Langkah ini diharapkan dapat menekan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan dari praktik ilegal tersebut.

Selain fokus pada pemberantasan judi online, Komdigi juga mempercepat pelaksanaan program Kampung Internet guna memperluas akses digital hingga pelosok desa. Program ini telah berjalan di 1.194 titik yang tersebar di 20 desa, 9 kabupaten, dan 5 provinsi.

“Kami harapkan percepatan konektivitas dapat terus berjalan. Tahun depan program Kampung Internet akan diperluas agar masyarakat desa semakin terkoneksi,” kata Meutya.

Program lain yang tengah digarap yaitu Digital Talent Scholarship dan AI Talent Factory, yang telah meluluskan 72 ribu peserta di bidang teknologi digital. Selain itu, Komdigi juga meluncurkan Hub.id, yang mempertemukan 900 startup dengan 250 investor, serta Garuda Spark Innovation Hub di Jakarta, Bandung dan segera diresmikan di Medan, Aceh, dan Tangerang.

“Garuda Spark jadi tempat bagi masyarakat dan pelaku inovasi untuk belajar, berjejaring, dan tumbuh bersama. Tahun depan, kami menargetkan lebih banyak kota akan memiliki pusat inovasi serupa,” ujar Meutya.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan berintegritas. Selain menindak praktik ilegal, strategi jangka panjang Komdigi diarahkan untuk memperkuat literasi, keamanan, serta daya saing masyarakat Indonesia di ruang digital. (dwi/fir)

Editor : M Firman Syah
#rekening #ojk #komdigi #judol #judi online