Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dirikan Agen BRILink di Pedalaman Papua, Guru Ini Dorong Inklusi dan Literasi Keuangan bagi Masyarakat

Muhammad Firman Syah • Selasa, 28 Oktober 2025 | 21:02 WIB
Photo
Photo

Numfor Timur — Akses keuangan yang merata menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat di pelosok negeri. Di Kampung Yenburwo, Distrik Numfor Timur, Papua, seorang tenaga pendidik bernama Hamjah turut mengambil peran dalam membuka akses layanan keuangan melalui kemitraannya sebagai Agen BRILink. Dari kios kecil yang ia kelola, Hamjah membantu masyarakat menikmati layanan perbankan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota.

Bergabung menjadi Agen BRILink sejak tahun 2022, Hamjah yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMKN 3 Kemaritiman Biak Numfor melihat peluang besar untuk memperluas manfaat sosial di wilayahnya. Ia ingin agar masyarakat sekitar lebih mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan formal, terutama di daerah yang jauh dari pusat kota.

“Saya sering mendapat ucapan terima kasih dari warga. Ada yang bilang, kalau tidak ada kios ini, kami harus ke Biak yang jaraknya jauh dan biayanya besar. Hal-hal seperti itu yang membuat saya semangat terus menjalankan usaha ini,” ungkapnya.

Meski kini telah piawai melayani kebutuhan keuangan masyarakat, Hamjah masih mengingat betul masa-masa awal ketika baru menjadi Agen BRILink. Kala itu, hari-harinya penuh dengan pembelajaran dan tantangan. Ia harus berhadapan dengan jaringan 2G yang sering terputus, hingga tak jarang membuatnya panik melayani pelanggan. Seiring waktu dan dukungan pembaruan sistem dari BRI, Hamjah mulai menemukan ritme kerja yang lebih efektif.

“Sekarang, dengan mesin transaksi seperti EDC yang baru dan jaringan yang lebih stabil, semuanya jauh lebih mudah dijalankan,” tutur Hamjah.

Pengalaman di masa awal itu menjadi bekal penting baginya untuk membangun cara kerja yang lebih rapi dan terpercaya. Dari proses belajar itu pula, ia mulai memahami pola transaksi warga—kapan masyarakat ramai bertransaksi, apa saja kebutuhannya, dan bagaimana memberikan pelayanan yang aman. Perlahan, hal ini membuat semakin banyak warga yang percaya dan mengandalkan kiosnya untuk berbagai transaksi keuangan.

Sebagai tenaga pendidik, Hamjah merasa perannya tidak berhenti pada pengelolaan transaksi harian semata. Ia juga terpanggil untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menabung dan bertransaksi secara aman agar manfaat layanan keuangan bisa dirasakan lebih luas.

Hamjah juga menyebut dirinya aktif dalam komunitas Agen BRILink di tingkat kabupaten. Menurutnya, forum yang dilaksanakan secara daring tersebut menjadi ruang bagi para agen untuk saling bertukar informasi dan memberikan dukungan ketika menghadapi kendala di lapangan.

“Kami tergabung dalam grup BRILink Kabupaten Biak Numfor secara virtual karena lokasi kami jauh dari kantor cabang. Tapi manfaatnya besar sekali, baik untuk pengembangan bisnis maupun sebagai sarana bertukar pengalaman agar kami bisa terus mengedukasi masyarakat tentang transaksi yang aman,” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa peranan agen seperti yang dijalani Hamjah menjadi cerminan nyata dari semangat inklusi keuangan yang dijalankan BRI di seluruh pelosok negeri.

Hingga saat ini, jaringan Agen BRILink telah mencapai lebih dari 1 juta agen dan tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Melalui para mitra seperti Hamjah, BRI terus memperluas literasi keuangan, menghadirkan layanan yang mudah dijangkau, dan memperkuat partisipasi ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

“Agen BRILink merupakan ujung tombak inklusi keuangan BRI. Melalui peran mereka, layanan perbankan dapat menjangkau masyarakat yang sebelumnya sulit terakses, sekaligus memperkuat literasi keuangan di tingkat komunitas,” ujar Akhmad.

 

Editor : M Firman Syah
#BRI #Agen BRILink #wilayah 3t #BBRI